Kini sistem tersebut tampaknya sudah diterapkan oleh Ubisoft. Hal ini diketahui dari banyak sekali keluhan pemain yang mendapat blokir atau banned akibat mengetik kata kasar atau yang menyangkut SARA di fitur chat.
Lewat sebuah email, Ubisoft menuturkan kepada PC GAMER bahwa mereka telah menerapkan sistem sensor yang dulu dikembangkan. Meskipun fitur blokir atau banned yang diterima hanya bersifat sementara, tapi dampaknya cukup membuat kesal beberapa pemain.
Status blokir tersebut hanya berlaku selama 27 menit, tapi mampu membuat pemain yang diblokir tidak bisa bermain beragam game yang ada di Rainbow Six: Siege. Sementara pemblokiran kedua dan ketiga akan berlangsung selama dua jam.
Apabila setelah tiga kali pemblokiran pemain tetap nakal, maka Ubisoft akan melakukan pemblokiran permanen terhadap akun. Namun sistem ini tidak akan hanya menjadi satu-satunya cara Ubisoft menciptakan komunitas gamer yang sehat.
"Tim kami sedang mengerjakan sistem sensor otomatis yang akan memblokir setiap kata yang termasuk dalam daftar filterisasi yang terus berkembang. Sistem juga akan melakukan pencatatan dan penelusuran seberapa sering seorang pemain melanggar peraturan kami terkait hal tersebut," ungkap pihak Ubisoft.
Dalam sebuah video uji coba yang diunggah, diperlihatkan bahwa sistem sensor Ubisoft akan langsung menarik pemain yang menggunakan kata kasar maupun SARA dari sebuah game yang sedang berlangsung.
Rainbow Six: Siege menjadi salah satu game Ubisoft yang cukup sukses karena memiliki komunitas dengan jumlah pemain di pertengahan 2017 melampaui 20 juta pemain. Game ini menduduki posisi ke-5 sebagai game yang paling banyak dimainkan di Steam, dan masuk dalam daftar 10 besar video game yang paling banyak ditonton di YouTube.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News