Dikutip dari PC GAMER, sistem blokir ini secara cerdas akan mengenali konten seperti hate speech atau ujaran kebencian termasuk sesuatu yang rasis dan homophobic. Ubisoft juga menyatakan telah menyiapkan sanksi berlapias bagi pemain yag melanggar.
Mulai dari blokir akun pemain selama beberapa hari hingga sanksi paling berat yaitu blokir permanen. Ubisoft sendiri berjanji akan menyelidiki setiap kasus dan laporan satu per satu. Jadi Ubisoft berencana membuat fitur untuk pemain membuat laporan yang disertai bukti jelas.
Ubisoft harus diakui cukup cerdik dalam mengembangkan sistem blokir tersebut. Alasannya, mereka menyadari bahwa game semacam ini akan berisi banyak ekspresi kasar atau yang dikenal trash talk.
Jadi sistem blokir ini akan disertai kecerdasan untuk membedakan tingkatan trashtalk serta yang termasuk dalam hate speech maupun lelucon perihal homoseksual.
Seperti yang diketahui bahwa Ubisoft mengubah strategi perusahaannya untuk tidak merilis terlalu banyak game baru, melainkan menyediakan update berkala. Rainbow Six: Siege menjadi salah satu game Ubisoft yang cukup sukses karena memiliki komunitas dengan jumlah pemain di pertengahan 2017 melampaui 20 juta pemain.
Game ini menduduki posisi ke-5 sebagai game yang paling banyak dimainkan di Steam, dan masuk dalam daftar 10 besar video game yang paling banyak ditonton di YouTube.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News