Kondisi ini dipicu oleh tekanan global yang belum mereda, mulai dari kelangkaan memori hingga konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasok. Jika tren ini berlanjut, gamer kemungkinan akan menghadapi harga konsol yang semakin mahal di generasi berikutnya.
Kenaikan harga PS5 di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, disebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya biaya komponen.
Dikutip dari laporan situs Notebookcheck.net, analis dari Ampere Analysis bernama Piers Harding-Rolls menyebut bahwa situasi ini bukan kasus tunggal. Menurutnya, tekanan yang sama juga dirasakan oleh produsen lain seperti Microsoft dan Nintendo.
Ia menilai kenaikan harga menjadi langkah yang sulit dihindari untuk menjaga margin keuntungan perangkat keras. Salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah kelangkaan komponen memori dan storage.
Meskipun Sony sebelumnya disebut memiliki cadangan DRAM yang cukup besar, kondisi pasar menunjukkan bahwa krisis ini belum mereda. Hal ini membuat biaya produksi tetap tinggi dalam jangka panjang.
Harding-Rolls menyebut bahwa untuk melindungi “slim hardware margins”, tidak mengejutkan jika Microsoft dan Nintendo akan mengambil langkah serupa dalam waktu dekat.
Prediksi ini juga menyasar lini konsol Xbox dan Switch 2 yang belum lama atau akan dirilis.
Microsoft sebenarnya sudah menaikkan harga konsol Xbox pada 2025. Namun, langkah tersebut dilakukan sebelum lonjakan harga komponen semakin parah seperti saat ini.
Sementara itu, Nintendo masih menahan harga untuk konsol terbarunya. Namun, potensi kenaikan tetap terbuka.
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, sebelumnya mengakui tantangan yang dihadapi industri, meski belum memastikan adanya kenaikan harga dalam waktu dekat.
Selain faktor industri, konflik global juga turut memperparah situasi. Perang di Iran disebut memberikan tekanan tambahan terhadap rantai pasok global. Gangguan distribusi di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan biaya produksi yang pada akhirnya akan dibebankan ke konsumen.
Menurut analis, kondisi ini juga berkontribusi pada kenaikan harga PS5 yang lebih tinggi dari perkiraan awal.
Dengan kombinasi kelangkaan memori dan tekanan geopolitik, industri game menghadapi tantangan besar dalam menjaga harga tetap kompetitif. Jika prediksi analis terbukti, gamer tidak hanya menghadapi kenaikan harga PS5, tetapi juga potensi kenaikan harga untuk Xbox dan Switch 2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News