Berlatar di Tokyo, kota yang memadukan elemen modern dan tradisional, Coffee Talk Tokyo menghadirkan suasana kafe yang nyaman bagi manusia dan makhluk fantasi. Di tengah panasnya musim panas Tokyo, pemain akan berperan kembali sebagai barista yang menyajikan minuman hangat dan mendengarkan cerita hati para pelanggan.
Meskipun kafe ini terasa akrab, para pelanggan dan cerita mereka adalah yang baru. Beberapa karakter yang akan kita temui antara lain adalah Kenji, seorang kappa (makhluk mitologi Jepang) yang baru pensiun dan mencari makna hidup setelah masa kerjanya.
Berikutnya ada Vin, asisten barista yang harus menghadapi masa lalu yang penuh luka dan konsekuensi dari bencana sebelumnya. Kemudian Ayame, seorang gadis yang baru saja meninggal dan kini mencoba memahami kehidupan barunya di dunia setelah kematian.
Begai barista, tentunya kita akan diajak untuk meracik kopi kesukaan pelanggan. Pemain dapat menghiasi latte dengan stensil untuk menciptakan seni yang indah. Taburkan desain bubuk di atas minuman pelanggan, tambahkan susu, dan buatlah karya seni unik.
Salah satu fitur terbaru yang hadir di Coffee Talk Tokyo adalah jejaring sosial Tomodachill yang menghubungkan para pelanggan. Dari medsos ini diharapkan mampu mengubah hidup mereka. Agar lebih meresap, komposer Andrew “AJ” Jeremy, yang juga menggarap musik untuk game Coffee Talk sebelumnya, kembali dengan trek baru untuk menciptakan suasana lo-fi yang khas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News