Shuhei Yoshida, mantan petinggi Sony PlayStation sebut port PC tak ganggu PS5, justru bantu danai game baru.
Shuhei Yoshida, mantan petinggi Sony PlayStation sebut port PC tak ganggu PS5, justru bantu danai game baru.

Port PC Tidak Ganggu Bisnis PlayStation, Justru Jadi Modal Game Baru

Cahyandaru Kuncorojati • 26 April 2026 09:54
Ringkasnya gini..
  • Yoshida: port PC tak ganggu PS5, justru bantu balik modal game AAA.
  • Strategi ini muncul karena biaya pengembangan game makin besar.
  • Yoshida juga ungkap perjalanan kariernya di PlayStation hingga keluar.
Jakarta: Mantan eksekutif Sony PlayStation, Shuhei Yoshida menilai strategi merilis game PlayStation ke PC tidak merugikan bisnis konsol, bahkan justru menjadi sumber pendanaan untuk pengembangan game berikutnya.
 
Pernyataan ini disampaikan Yoshida dalam wawancara di ajang ALT.Games, saat membahas perubahan strategi distribusi game first-party Sony dalam beberapa tahun terakhir.
 
Dikutip dari WCCF Tech pada sebuah sesi wawnacara, Yoshida mengungkapkan bahwa sebelumnya Sony menerapkan kebijakan ketat untuk menjaga eksklusivitas game.

“Ketika saya bekerja di sisi pengembangan game, dari sisi strategi, kami tidak diizinkan membawa game AAA ke platform lain seperti PC,” ujarnya.
 
Namun, dalam lima tahun terakhir, biaya produksi game AAA meningkat signifikan. Kondisi ini membuat model eksklusivitas penuh menjadi semakin sulit dipertahankan. Menurut Yoshida, merilis game ke PC setelah beberapa tahun menjadi cara efektif untuk mengembalikan investasi.
 
“Merilis game di PC setelah beberapa tahun membantu menutup biaya pengembangan game beranggaran besar dan memungkinkan perusahaan berinvestasi kembali ke proyek baru,” jelasnya.
 
Pendapatan tambahan dari platform PC dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi game skala besar. Yoshida juga menepis anggapan bahwa port PC dapat mengurangi daya tarik konsol seperti PlayStation 5.
 
“Saya tidak melihat hal itu memengaruhi adopsi hardware PlayStation seperti PS5,” ujarnya. Ia menyebut kekhawatiran tersebut lebih banyak datang dari sebagian kecil penggemar.
 
Meskipun demikian, Yoshida menilai perubahan kembali ke model eksklusif akan menjadi tantangan besar. Ia mengaku belum melihat indikasi bahwa Sony akan mengubah strategi distribusi game dalam generasi saat ini.
 
“Jika mereka mengubah strategi, akan menarik melihat bagaimana mereka mempertahankan investasi game beranggaran besar ke depan,” katanya.
 
Shuhei Yoshida dikenal sebagai veteran PlayStation dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebelum meninggalkan perusahaan pada 2025. Ia sempat memimpin Worldwide Studios selama 11 tahun sebelum akhirnya dicopot dari posisi tersebut pada 2019.
 
Yoshida mengungkap bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan perbedaan pandangan dengan pimpinan PlayStation saat itu, termasuk Jim Ryan.
 
Setelah itu, posisinya digantikan oleh Hermen Hulst, sementara Yoshida beralih memimpin divisi yang fokus pada pengembangan dan dukungan game indie. Ia menyebut peran tersebut sesuai dengan minatnya terhadap game independen, meski diakuinya sebagai pilihan yang harus diambil dalam situasi saat itu.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA