Resident Evil Requiem
Resident Evil Requiem

Review Game

Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap

Mohamad Mamduh • 30 Maret 2026 10:56
Ringkasnya gini..
  • Ketika bermain sebagai Leon, Resident Evil Requiem berubah menjadi game aksi yang luar biasa memuaskan.
  • Resident Evil Requiem tetap punya kekurangan.
  • Dengan penjualan mencapai 5 juta kopi dalam lima hari, game ini membuktikan bahwa Resident Evil masih merupakan raja yang tak terbantahkan di ranah horor.
Jakarta: Setelah penantian panjang, Capcom akhirnya merilis judul kesembilan dalam seri horor legendaris mereka, Resident Evil Requiem pada 27 Februari 2026.
 
Muncul di era gaming sekarang, Requiem ingin menjadi sebuah gaming yang punya nuansa horor psikologis yang aksi bombastis. Bisa dibilang, game ini memberikan penutupan emosional yang telah lama dinantikan para penggemar.
 
Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap

Resident Evil Requiem mengambil latar waktu tahun 2026, tepat tiga puluh tahun setelah insiden Raccoon City yang mengubah dunia selamanya. Plot utama berpusat pada Grace Ashcroft, seorang analis intelijen FBI yang kembali ke reruntuhan kota mati tersebut untuk menyelidiki kematian misterius ibunya, Alyssa Ashcroft (karakter ikonik dari seri Resident Evil Outbreak), di Hotel Wrenwood delapan tahun sebelumnya.
 
Di sana, ia bertemu dengan Leon S. Kennedy, sang veteran yang kini menua dan penderita Raccoon City Syndrome, sebuah kondisi medis misterius akibat paparan virus jangka panjang yang memberinya urgensi waktu dalam misi terakhirnya.
 
Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap
 
Melalui dokumen-dokumen yang tersebar, kita mempelajari sisa-sisa ambisi Oswell E. Spencer dan bagaimana organisasi The Connections mencoba mengeksploitasi penelitian lama Umbrella. Inti dari misteri ini adalah Elpis, sebuah objek yang awalnya dianggap sebagai senjata biologis pamungkas, tetapi ternyata merupakan vaksin universal yang mampu menghancurkan jejak infeksi Progenitor dan T-Virus.
 
Alur cerita ini berhasil memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang menggantung selama bertahun-tahun, menjadikannya salah satu narasi paling bermakna dalam sejarah seri ini.
 
Salah satu hal keren Resident Evil Requiem adalah dua protagonisnya. Grace Ashcroft bukanlah seorang tentara super. Sebagai analis yang sehari hari berada di belakang meja, seorang introvert dan menderita gangguan kecemasan. Penokohan ini tidak hanya muncul dalam dialog, tetapi diintegrasikan secara mekanis.
 
Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap
 
Saat pertama kali memegang senjata, tangan Grace terlihat gemetar hebat di layar, yang secara langsung mempengaruhi stabilitas bidikan pemain. Akting suara dari Angela Sant'Albano memberikan kedalaman emosional yang luar biasa, membuat setiap jeritan dan napas pendek Grace terasa sangat nyata dan menyesakkan.
 
Di sisi lain, Leon S. Kennedy tampil sebagai jagoan merangkap senior yang telah melihat terlalu banyak horor. Desain karakternya yang lebih tua menunjukkan kelelahan fisik dan mental, tetapi kemampuannya bertarung jauh lebih brutal dibandingkan RE4 Remake. Dinamika antara Grace yang rentan dan Leon yang berpengalaman menciptakan hubungan guru-murid yang menyentuh, memberikan bobot emosional saat Leon harus melindungi Grace dari ancaman yang melampaui imajinasinya.
 
Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap
 
Capcom mengimplementasikan struktur kampanye ganda yang bergantian antara Grace dan Leon, masing-masing dengan filosofi desain yang sangat berbeda. Saat menjadi Grace, elemen survival horor hidup lagi. Sumber daya sangat terbatas, dan kita dipaksa menggunakan kecerdasan Grace dalam forensik.
 
Grace bisa mengumpulkan sampel darah musuh untuk dianalisis di laboratorium guna membuat item unik seperti Hemolytic Injector—satu-satunya alat yang bisa menghentikan mutasi zombie menjadi Blister Head yang mematikan.
 
Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap
 
Aspek stealth menjadi krusial di sini. Grace dapat berjongkok, bersembunyi di bawah meja, dan menggunakan botol kaca untuk mengalihkan perhatian musuh. Ancaman utama Grace adalah The Girl (Shadow Ghost), musuh stalker yang merayap di langit-langit dan hanya bisa diusir dengan cahaya terang, menciptakan permainan kucing-kucingan yang sangat menegangkan.
 
Ketika bermain sebagai Leon, Resident Evil Requiem berubah menjadi game aksi yang luar biasa memuaskan. Leon memiliki akses ke gudang senjata BSAA yang luas melalui sistem Supply Box. Mekanik parry menggunakan kapak (hatchet) memungkinkan pertempuran jarak dekat yang intens. Leon bisa melakukan tendangan roundhouse atau takedown brutal pada musuh yang tertegun. Di sini, pemain bisa melepaskan semua agresi yang terkumpul selama bermain sebagai Grace.
 
Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap
 
Secara visual, Resident Evil Requiem adalah salah satu game tercantik saat ini. Penggunaan Path Tracing memberikan pencahayaan yang sangat akurat, terutama di koridor sempit Hotel Wrenwood yang lembap.
 
Nuansa kegelapan dan kesunyian yang begitu kental memberikan sugesti kepada pemain untuk selalu waspada. Ditambah lagi efek suara yang muncul tiba-tiba pada momen yang tepat. Begitu juga atmosfer Racoon City secara tematik sangat tepat untuk menggambarkan lokasi yang hancur oleh ledakan termobarik tiga puluh tahun silam. 
 
Resident Evil Requiem tetap punya kekurangan. Area Raccoon City dirasa kurang memiliki kedalaman eksplorasi dibandingkan labirin Rhodes Hill di awal permainan. Selain itu, elemen warna yang mayoritas berwarna abu pada area memberikan kesan monoton yang sebenarnya kurang mengasyikkan.
 
Resident Evil Requiem, Jati Diri yang Makin Mantap
 
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Resident Evil Requiem game yang layak untuk dimainkan luar biasa. Ia berhasil menutup babak sejarah Raccoon City dengan rasa hormat, sembari memperkenalkan mekanisme baru yang menyegarkan genre survival horor.
 
Dengan penjualan mencapai 5 juta kopi dalam lima hari, game ini membuktikan bahwa Resident Evil masih merupakan raja yang tak terbantahkan di ranah horor. 
 
PLATFORM: PC, Xbox Series X/S, Nintendo Switch 2, PS5
DEVELOPER: Capcom
PUBLISHER: Capcom
TANGGAL RILIS: 27 Februari 2026
GENRE: Survival Horror
 
 
9.8
Resident Evil Requiem
Plus
  • Dua protagonis yang penokohannya kuat
  • Cerita klimaks menjawab rasa penasaran
  • Elemen seri klasik yang kuat dengan nuansa horor
  • Mekanik bagus
Minus
  • Raccoon City kurang dalam

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA