Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap pengaruh global Angry Birds sebagai intellectual property (IP) yang mampu bertahan lintas generasi dan budaya.
Acara ini merupakan bagian dari perayaan 27 tahun kembalinya Makau ke Tiongkok, sekaligus menghadirkan kolaborasi lintas industri mulai dari budaya, televisi, musik, hingga permainan.
Dalam keterangannya, Rovio menyebut bahwa Angry Birds dinilai berhasil menghubungkan audiens dari berbagai negara melalui karakter yang ikonik dan cerita yang universal.
“Seekor burung kecil telah menggemparkan dunia; sentuhan kegembiraannya melintasi gunung dan lautan. Dengan citra klasik dan inti kreatifnya, Angry Birds telah menjadi IP kelas dunia,” demikian pernyataan dari panitia Weibo Gala.
Sejak pertama kali dirilis, Angry Birds telah berkembang dari sekadar gim mobile menjadi waralaba hiburan global yang mencakup animasi, lisensi produk, hingga berbagai aktivasi pengalaman bagi penggemar.
Vice President of Transmedia Rovio, Hanna Valkeapää-Nokkala, mengatakan penghargaan ini menjadi bukti perjalanan panjang Angry Birds selama lebih dari satu dekade.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Weibo atas penghargaan ini. Selama 17 tahun terakhir, Angry Birds telah melalui perjalanan luar biasa di berbagai platform, mulai dari gim, animasi, hingga produk konsumen,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan Rovio akan terus memperluas Angry Birds sebagai IP lintas media, termasuk memperkuat kehadirannya di pasar Tiongkok serta menghadirkan pengalaman baru bagi para penggemar.
Rovio sendiri dikenal sebagai perusahaan game berbasis mobile yang telah mengembangkan berbagai judul populer dengan total unduhan mencapai miliaran kali di seluruh dunia. Angry Birds sendiri menjadi salah satu IP paling sukses yang pernah lahir dari industri game mobile.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News