Meski begitu, perlu ditegaskan bahwa detail harga ini belum diumumkan secara resmi oleh Rockstar Games maupun induk perusahaannya, Take-Two Interactive.
Spekulasi harga GTA 6 menguat setelah CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, memberikan pernyataan dalam sebuah wawancara, dikutip dari situs Gaming Bible.
Ia menyebut sulit membayangkan adanya iklan dalam game berbayar dengan harga sekitar USD70–USD80 (sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,3 jutaan) karena dinilai tidak adil bagi pemain.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa harga standar GTA 6 kemungkinan berada di rentang tersebut.
Angka ini juga sekaligus meredam rumor sebelumnya yang menyebut GTA 6 bisa menjadi game pertama dengan harga di atas $100 (sekitar Rp1,6 jutaan). Jika mengacu pada tren industri saat ini, harga USD70 memang sudah menjadi standar baru untuk game AAA di platform konsol dan PC.
Artinya, GTA 6 kemungkinan tidak akan keluar dari pola harga tersebut, meski game ini disebut memiliki skala dan ambisi yang jauh lebih besar dibandingkan seri sebelumnya.
Namun, versi tambahan seperti Deluxe atau Collector’s Edition tetap berpotensi hadir dengan harga lebih tinggi dari versi standar.
Dalam wawancara yang sama, Strauss Zelnick juga menegaskan bahwa GTA 6 dirancang agar bisa dinikmati tanpa harus memainkan seri sebelumnya seperti Grand Theft Auto V.
Pendekatan ini dinilai penting mengingat jarak rilis antar seri yang cukup panjang, sekaligus membuka peluang masuknya pemain baru ke dalam ekosistem game ini.
Hingga saat ini, Rockstar belum mengumumkan jadwal resmi pre-order GTA 6. Namun, melihat pola sebelumnya, pengumuman besar biasanya berdekatan dengan agenda laporan keuangan Take-Two, yang berikutnya dijadwalkan pada 14 Mei 2026.
Jika pola ini berulang, maka pre-order GTA 6 berpotensi dibuka di periode tersebut, atau sekitar enam bulan sebelum perilisan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News