Ia menghadirkan pertarungan udara intens, strategi kompleks, dan serangan tidur (sleep attack) mematikan yang bisa membubarkan koordinasi tim dalam sekejap. Berbeda dari kebanyakan bos Elden Ring yang mengandalkan pertarungan di darat, Maris sepenuhnya melayang di udara, sehingga membuatnya sangat sulit dijangkau oleh pemain yang menggunakan build jarak dekat.
Oleh karena itu, strategi dan komposisi tim yang tepat adalah kunci untuk bisa menaklukkannya.
Siapkan Tim Jarak Jauh, Melee Hampir Tidak Berguna!
Jika kamu masih mengandalkan pedang dan kapak, sebaiknya mulai pertimbangkan untuk ganti strategi. Pasalnya, pertarungan melawan Maris sangat tidak ramah bagi pengguna melee. Bahkan ketika karakter melee berhasil melompat atau mendekati posisi Maris, mereka akan kehabisan stamina sebelum sempat mendaratkan satu atau dua serangan.Solusinya? Gunakan build jarak jauh. Komposisi terbaik untuk ekspedisi Augur adalah tim yang terdiri dari pemanah dan caster, khususnya Ironeyes, yaitu build dengan spesialisasi serangan dari kejauhan. Berikut beberapa komposisi tim yang disarankan:
- Tim penuh Ironeyes (3 orang) : 1 Recluse + 2 Ironeyes
Eksploitasi Elemen: Maris Lemah Terhadap Petir
Seperti halnya semua Nightlord, Maris juga memiliki kelemahan elemen dan dalam kasus ini, Petir (Lightning) adalah kunci untuk menjatuhkannya.Selama dua hari pertama di wilayah Limveld, manfaatkan waktu untuk mencari senjata dan item bertipe petir. Beberapa cara untuk mendapatkannya antara lain:
- Mengalahkan miniboss di reruntuhan dengan simbol elemen petir
- Membeli senjata elemental dari pedagang tertentu
- Mengalahkan monster elite yang berkeliaran di Limveld
- Menimbun Lightning Grease sebagai alternatif jika RNG loot tidak berpihak
Mengenal Tiga Fase Pertarungan Maris, Fathom of Night
Pertarungan melawan Maris terbagi dalam tiga fase utama yang masing-masing menuntut strategi berbeda: Attack Phase, Dream Phase, dan Sleep Bomb Phase.1. Attack Phase: Serangan Perdana dan Gerombolan Tentakel
Di fase awal, Maris akan mengelilingi arena sambil meluncurkan squid tidur, yakni proyektil yang mengejar pemain dan meledak, memberi efek FP dan HP damage, serta memicu status Sleep.
Serangan utama Maris pada fase ini antara lain:
- Crashing Waves: Ombak gelombang yang diarahkan ke satu pemain. Untuk menghindarinya, lakukan dodge ke arah ombak, bukan menjauh.
- Vertical Tornado AOE: Maris akan terbang tinggi dan menghantam tanah, menciptakan tornado vertikal. Sprint menjauh atau dodge dengan timing tepat.
- Horizontal AOE Sweep: Serangan menyapu yang berbahaya di permukaan tanah. Sama halnya, dodge adalah kunci bertahan.
2. Dream Phase: Maris Tertidur, Pemain Terancam
Saat HP Maris turun sekitar 30%, ia akan terbang menjauh lalu melingkar dalam posisi tidur, memulai fase Dream. Di sini, seluruh pemain akan menerima efek Sleep secara perlahan, yang jika tidak dicegah, akan membuat karakter terkapar tak berdaya sembari menerima FP dan HP damage besar.
Untuk memutus fase ini, tim harus segera meluncurkan serangan berbasis petir atau menggunakan ultimate arts yang memberikan burst damage.
3. Sleep Bomb Phase: Bom Tidur Mematikan
Fase ini dimulai ketika HP Maris menyentuh angka 50%. Ia akan menjatuhkan sebuah bom besar, Sleep Bomb yang turun perlahan seperti nuklir taktis dan dapat menutupi setengah arena. Jika tidak dihentikan, ledakannya akan langsung memicu status Sleep dan memberi damage besar secara instan.
Solusi paling efektif adalah menggunakan panah dan sihir dari jarak jauh untuk menghancurkan bom sebelum menyentuh tanah. Pada fase selanjutnya, Maris bahkan meluncurkan dua bom tidur sekaligus. Koordinasi tim sangat dibutuhkan di sini agar masing-masing pemain bisa fokus menghancurkan satu bom sebelum terlambat.
Tips Tambahan: Jangan Panik, Fokus ke Damage Berkelanjutan
- Jangan kehabisan stamina! Melee build akan frustrasi dan tidak efektif.
- Manfaatkan blue orb bonus dari tentakel untuk mempercepat pertarungan.
- Komunikasikan strategi saat dua Sleep Bomb muncul.
- Gunakan item anti-sleep jika tersedia.
- Utamakan DPS petir, semakin cepat fase tidur diinterupsi, semakin besar peluang menang.
(Valesca Saputra)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News