medcom.id: Saat ini, Pokemon Go sedang ramai dibicarakan. Namun, game ini baru dirilis secara resmi di beberapa negara saja, yaitu AS, Selandia Baru dan Australia. Kriminal siber berusaha untuk memanfaatkan fakta ini dengan menyisipkan malware ke dalam sebuah APK Pokemon Go.
Seperti yang disebutkan oleh Android Central, Pokemon Go belum diluncurkan secara resmi di beberapa negara-negara utama di Barat seperti Kanada, Inggris dan Eropa. Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah jika game ini diterima dengan begitu baik, kenapa ia tidak diluncurkan di lebih banyak negara?
Alasannya adalah karena minat para pemain begitu tinggi, sehingga developer Niantic Lab terpaksa harus menghentikan sementara peluncuran game ini untuk mencegah terjadinya overload pada server mereka, setidaknya, begitulah yang dilaporkan oleh Business Insider.
CEO Niantic Lab, John Hanke menyebutkan, Niantic sadar akan masalah server ini dan sedang berusaha keras untuk mengatasinya. Saat mereka sedang memperbaiki masalah, mereka membatasi negara tempat Pokemon Go diluncurkan.
Game online seperti Pokemon Go mengalami masalah di hari-hari pertama peluncurannya bukanlah hal yang aneh.
Hanke berkata, meskipun mereka sudah menduga akan ada banyak orang yang tertarik dengan game Pokemon untuk perangkat mobile, Niantic tetap tidak dapat mengantisipasi betapa populernya game ini begitu diluncurkan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan