Ilustrasi.
Ilustrasi.

Gamer Gratis Untung Besar dari Gamer Asia

Teknologi games
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Januari 2019 22:40
Jakarta: Free-to-play adalah istilah untuk game yang bisa dimainkan secara gratis. Namun, dari hasil riset SuperData pada akhir tahun 2018, terlihat bahwa game jenis tersebut malah mengantongi pendapatan yang besar, seperti yang dikutip dari TechCrunch.
 
Hasil riset SuperData menyebutkan bahwa pasar game pada 2018 mencapai USD 110 miliar atau sekitar Rp1.565 triliun. Hampir separuhnya atau sekitar USD61 miliar (Rp868 triliun) berasal dari game mobile,yang kebanyakan merupakan game free-to-play. Pendapatan yang besar yang didapatkan dari game gratis datang dari layanan microtransaction.
 
Misalnya pembelian in-app item, mulai dari skin karakter, in-game currency, dan berbagai item lain yang memudahkan gamer untuk mencapai tingkatan atau level tertentu di dalam game. Game Fortnite disebut sebagai salah satu game free-to-play yang sangat sukses, apalagi setelah game tersebut dirilis untuk platform lain. Dengan begitu, Fortnite menjadi game yang bisa dimainkan di PC, konsol, sekaligus mobile.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Fortnite ini memang hadir sebagai game gratis, tapi microtransaction yang ditawarkan sangat laris. SuperData juga mengungkap negara mana yang masyarakatnya paling senang memainkan game gratis.
 
Asia menjadi pasar terbesar bagi game mobile. Data dari SuperData menyebutkan bahwa game mobile gratis atau free-to-play padatahun 2018 memiliki pasar sebesar USD41,5 miliar atau Rp590 triliun. Angka ini terbesar jika dibandingkan game free-to-play di platform lainnya.
 
Besar pasar game gratis melonjak drastis dari nilai pasarnya di tahun 2017 yang hanya mencapai USD35,3 miliar atau sekitar Rp502 triliun. SuperData memprediksi di tahun 2019 pasarnya juga masih cukup besar, mencapai USD40,5 miliar atau Rp576 triliun.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi