Melalui acara "Yellow Hearts Launch Day" yang digelar di Jakarta, Yellow Hearts hadir sebagai “jembatan” bagi developer lokal untuk mengatasi berbagai tantangan industri, mulai dari keterbatasan pendanaan, dukungan pemasaran, hingga akses distribusi global.
Head of Publishing Yellow Hearts, Brian Chuang, menegaskan bahwa potensi kreator gim Indonesia sangat besar, namun masih membutuhkan dukungan yang tepat.
“Indonesia memiliki begitu banyak talenta kreatif yang luar biasa. Namun, perjalanan untuk membawa game ke pasar global tidak selalu mudah,” ujar Brian.
Ia menambahkan, Yellow Hearts tidak hanya berperan sebagai publisher, tetapi juga mitra strategis bagi developer.
“Yellow Hearts hadir untuk menjadi partner bagi para developer, bukan hanya sebagai publisher, tetapi sebagai kolaborator yang membantu mereka berkembang dan menjangkau pemain di seluruh dunia.”
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari pemerintah. Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Digital, Alfreno Kaustar Ramadhan, menilai kehadiran publisher seperti Yellow Hearts dapat membuka peluang baru bagi industri kreatif nasional.
“Developer game indie di Indonesia membutuhkan peran publisher untuk membantu memetakan potensi yang belum terjangkau oleh pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, berharap kehadiran Yellow Hearts mampu memperkuat daya saing gim lokal di tingkat internasional.
“Harapan kami, Yellow Hearts bisa menjadi jembatan bagi developer berbakat di Indonesia, sehingga karya mereka dapat dinikmati lebih luas, baik di dalam negeri maupun global,” kata Irene.
Sebagai langkah awal, Yellow Hearts memperkenalkan dua gim karya developer lokal, yakni TypeCaster dan Irradiant Skies.
TypeCaster dikembangkan oleh TBA Studio, tim yang lahir dari Apple Developer Academy dan terpilih dalam Apple Game Institute. Gim ini menawarkan gameplay unik yang menggabungkan mekanik mengetik dengan aksi cepat.
Sementara itu, Irradiant Skies merupakan gim bergenre action roguelite garapan Cuboids Interactive yang sebelumnya menjadi pemenang GameSeed 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Asosiasi Game Indonesia. Gim ini menawarkan replayability tinggi dengan pengalaman bermain yang dinamis.
Kemitraan antara TBA Studio dan Cuboids Interactive dengan Yellow Hearts juga terjalin melalui program business matchmaking dalam ajang IGDX 2025, yang mempertemukan publisher dan developer lokal.
Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah positif bagi industri.
“Kami yakin ada banyak pengembang dari Indonesia yang memiliki kapabilitas untuk menciptakan game berkualitas. Dengan adanya Yellow Hearts, mereka bisa scale up dan mempromosikan karyanya hingga ke pasar global,” ujarnya.
Dengan hadirnya Yellow Hearts, peluang developer lokal untuk menembus pasar global kini semakin terbuka.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News