Cheerio, pemain semi-profesional Arena of Valor, secara terbuka mengakui bahwa dirinya bermain menggantikan Naphat Warasin ‘Tokyogurl’ dalam pertandingan melawan tim Vietnam pada cabang esports SEA Games 33.
Dilansir dari situs Vietnam.vn, pengakuan tersebut disampaikan Cheerio pada 2 Januari 2026, sekitar 19 hari setelah kasus tersebut mencuat dan memicu kontroversi luas di Thailand maupun komunitas esports Asia Tenggara.
Dalam pernyataannya, Cheerio mengakui perannya sebagai pihak ketiga yang terlibat langsung dalam pertandingan tersebut. Mudahnya, Cheerio menjadi joki atau bermain menggantikan Tokyogurl, salah satu metodenya adalah menggunakan platform Discord.
“Aku mengakui bahwa aku bertindak sebagai pihak ketiga yang terlibat dalam pertandingan di SEA Games 33 seperti yang diberitakan media,” tulis Cheerio. Ia juga menyampaikan penyesalan atas tindakannya dan menyatakan siap menerima seluruh kritik serta konsekuensi yang muncul.
Cheerio turut meminta maaf kepada pihak-pihak yang terdampak, termasuk masyarakat Thailand, karena perbuatannya dinilai mencoreng nama negara. Belakangan diketahui bahwa Cheerio merupakan kekasih dari Tokyogurl.
Cheerio menjelaskan alasan keterlambatannya menyampaikan klarifikasi. Menurutnya, reaksi publik yang sangat besar membuat dirinya terkejut dan tidak mengetahui langkah apa yang harus diambil.
“Aku terlalu terkejut dengan reaksi publik dan tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana merespons,” ungkapnya.
Di dunia esports Thailand, Cheerio dikenal sebagai pemain berbakat yang pernah memperkuat Bangkok ESC dengan peran Carry, salah satu posisi krusial dalam Arena of Valor. Reputasi tersebut membuat pengakuannya menjadi sorotan, sekaligus memperjelas rangkaian peristiwa di balik skandal yang terjadi.
Kasus ini bermula ketika Tokyogurl, pemain perempuan dari tim Thai All-Star, dituding menggunakan perangkat lunak ilegal untuk memungkinkan orang lain bermain atas namanya di SEA Games 33.
Setelah tuduhan tersebut mencuat, Tokyogurl langsung dikeluarkan dari tim, sementara Thai All-Star memutuskan mundur dari kompetisi. Thai Esports Association juga disebut telah menuntaskan dokumen hukum untuk menempuh jalur hukum terhadap Tokyogurl.
Skandal kecurangan ini tidak hanya berdampak pada individu yang terlibat, tetapi juga mengguncang ekosistem esports Thailand.
Insiden tersebut bahkan disebut sebagai salah satu momen paling memalukan bagi olahraga Thailand sepanjang penyelenggaraan SEA Games 33 dan sepanjang tahun 2025, meninggalkan catatan kelam dalam sejarah esports regional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News