Fokus utama dari evaluasi ini adalah memastikan pengalaman bertanding yang adil bagi seluruh tim melalui pengawasan ketat terhadap penggunaan peralatan dan standarisasi sistem audio di panggung pertandingan.
Berdasarkan tinjauan rekaman video dan kamera pemain, ditemukan dua insiden penggunaan headset yang tidak tepat selama Kickoff berlangsung. Kasus pertama melibatkan pemain GEN Lakia dalam pertandingan melawan DFM pada 23 Januari 2026, sementara kasus kedua melibatkan TS Sylvan dalam laga melawan ZETA pada 5 Februari 2026.
Meskipun ditemukan adanya pelanggaran, hasil investigasi terhadap komunikasi suara menunjukkan tidak ada bukti kesengajaan maupun keuntungan informasi yang diperoleh dari komentator di lokasi. Sebagai tindak lanjut, pemain yang terlibat telah menerima peringatan tertulis sesuai dengan Pasal 2.3.7 mengenai Batasan Audio.
Guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, penyelenggara telah memperbarui prosedur pengawasan dengan meningkatkan pantauan sudut pandang pemain serta memperketat daftar periksa wasit.
Tim-tim peserta juga diingatkan kembali bahwa headset harus menutupi telinga sepenuhnya selama pertandingan dan setiap pelepasan peralatan harus mendapatkan izin resmi dari wasit untuk menghindari penalti tambahan.
Selain masalah headset, VCT Pacific juga melakukan pembaruan pada sistem audio venue untuk menyeimbangkan atmosfer penonton dengan keadilan bagi pemain. Saat ini, pemain menggunakan sistem isolasi ganda berupa in-ear monitor untuk komunikasi tim dan headset yang memutar white noise untuk meredam suara luar.
Mulai Stage 1 dan seterusnya, protokol teknis akan ditingkatkan melalui penambahan waktu pengujian audio serta simulasi dengan volume suara komentator yang lebih kencang dari standar biasanya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa informasi dari luar tetap tidak dapat terdengar jelas oleh pemain meskipun dalam situasi panggung yang sangat bising.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News