Bahkan, RRQ menjadi tim pertama yang tersingkir dari persaingan playoff MPL ID S17 setelah hanya meraih satu kemenangan hingga pekan kedelapan. Satu-satunya kemenangan tersebut didapat saat menghadapi Bigetron by Vitality.
Menariknya, di tengah performa buruk di panggung resmi, RRQ justru disebut tampil sangat kuat ketika menjalani scrim atau latihan internal. Hal itu membuat proses evaluasi tim menjadi lebih sulit karena performa latihan dan pertandingan resmi terlihat sangat berbeda.
RRQ Disebut Sangat Kuat Saat Scrim
Menurut Public Relations Team RRQ, Yabes Elia, performa RRQ selama sesi latihan sebenarnya cukup menjanjikan. Bahkan, berbagai eksperimen pergantian role pemain disebut berjalan baik ketika scrim berlangsung.
“Sebenernya berapa kali tuh juga jadi bahas. Yang bikin evaluasi juga jadi susah. Karena di scrim bahkan setelah ini pun kita juga coba-coba puter-puter role pemain, yang di scrim bagus,” ujar Yabes dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Senin (11/5/2026).
Namun, performa apik tersebut justru tidak terlihat ketika RRQ tampil di pertandingan resmi MPL ID S17. Karena itu, Yabes menilai faktor mental bisa menjadi salah satu penyebab utama.
“Cuman gak tau ya kenapanya ya. Mungkin demam panggung,” lanjutnya.
Tekanan Besar dari Ekspektasi Kingdom
Selain dugaan demam panggung, Yabes juga menyinggung besarnya ekspektasi dari Kingdom, sebutan untuk fans RRQ. Menurutnya, tekanan tersebut dapat memengaruhi performa pemain ketika tampil di atas panggung.
“Harapan Kingdom itu terlalu besar. Harapan tim itu terlalu besar,” kata Yabes.
Ia menilai kondisi saat scrim dan pertandingan resmi sangat berbeda. Ketika latihan, pemain cenderung tampil lebih bebas tanpa tekanan hasil pertandingan maupun sorotan publik.
“Kalau scrim kan bisa main lebih bebas sih,” tambahnya.
Masalah Leadership dan Komunikasi Jadi Sorotan
Selain faktor mental, Yabes juga menyoroti absennya sosok pemimpin atau shot caller di dalam permainan RRQ musim ini.
Menurutnya, RRQ sebenarnya sering unggul pada early game. Namun, tim mulai kehilangan arah ketika memasuki momen teamfight penting seperti perebutan Turtle atau Lord.
“Itu tuh kayak gak ada shot caller, alpha-nya gitu,” ujar Yabes.
Ia kemudian mencontohkan mantan pemain RRQ, VYN, yang dinilai memiliki kemampuan leadership dan pengambilan keputusan yang baik di dalam pertandingan.
“Not necessarily the best in skill, tapi the best in judgement,” jelasnya.
Selain leadership, komunikasi juga disebut menjadi tantangan tersendiri karena adanya pemain asing di roster RRQ musim ini.
RRQ Siapkan Rombakan Besar untuk Musim Depan
Buruknya hasil di MPL ID S17 membuat RRQ mulai menyiapkan perubahan besar untuk musim berikutnya. Yabes mengungkapkan bahwa manajemen sudah memulai proses scouting pemain baru.
“Kalau player iya, terakhir meeting bulanan tuh memang mau rombak lagi. Mungkin rombaknya lebih besar,” ungkap Yabes.
Meski belum ada kepastian soal pemain yang dipertahankan, RRQ disebut sudah mulai mencari banyak opsi roster baru demi memperbaiki performa mereka pada musim mendatang.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News