Dua atlet andalan Indonesia, Alan Raynold K., yang akrab dengan nama panggung "Satar", dan Fazriel Aditya alias "Yummy", menjadi aktor utama kemenangan ini. Satar berhasil merebut medali emas nomor solo setelah mengumpulkan total 42 poin dari dua gim yang dimainkan.
Menyusul di posisi kedua, Yummy meraih medali perak dengan torehan 37 poin. Ketangguhan mental dan kecepatan adaptasi terhadap dinamika kompetisi menjadi kunci keberhasilan kedua atlet tersebut dalam menyingkirkan wakil dari sembilan negara Asia Tenggara lainnya.
Apresiasi PB ESI
Tak hanya berjaya di nomor individu, kerja sama solid antara Satar dan Yummy juga membuahkan hasil di nomor PUBG Mobile Duo. Keduanya berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia. Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) memberikan apresiasi tinggi atas kedisiplinan dan strategi matang yang ditunjukkan selama kompetisi.
"Keberhasilan mencapai posisi tiga besar ini merupakan hasil nyata dari strategi yang matang dan kerja sama tim yang sangat solid," tulis pernyataan resmi PB ESI di Instagram.
Peluang Juara di Crossfire dan Teamfight Tactics
Perjuangan Indonesia belum berakhir. Tim Nasional Esports Indonesia kini bersiap menghadapi Malaysia pada babak semifinal nomor Crossfire: Legends. Skuad yang diperkuat oleh Gede Bagus Panji Narajaya dan kawan-kawan ini menargetkan tiket menuju Grand Final setelah melewati fase grup yang sangat kompetitif.
Kabar baik juga datang dari nomor Teamfight Tactics. Atlet andalan Indonesia, Stefanus Aditya, dipastikan siap berlaga di babak Grand Final malam ini. Keduanya dijadwalkan bertanding pada Sabtu (9/5) pukul 18.00 WIB untuk memperebutkan medali emas tambahan bagi Indonesia.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News