Selain dua wakil Indonesia tersebut, tiket Grand Finals juga diamankan oleh All Gamers Global, Team Falcons, dan Twisted Minds dari Thailand serta GOW dari Vietnam.
Sementara itu, tiga tim Indonesia lainnya, yakni ONIC, EVOS Divine, dan Shadow Esports masih harus berjuang di pekan terakhir untuk memperebutkan slot tersisa menuju Grand Finals.
Bigetron by Vitality Tampil Konsisten
Bigetron by Vitality tampil dominan sejak hari pertama pekan ketiga. Tim asuhan Chisoo itu sukses memuncaki klasemen usai mengoleksi total 98 poin, terdiri dari satu Booyah dan 59 eliminasi.
Strategi double sniper yang mereka gunakan terbukti efektif untuk menjaga konsistensi permainan sepanjang pertandingan. Hasil tersebut membuat Bigetron lolos langsung ke Grand Finals bersama All Gamers Global yang finis di posisi kedua klasemen pekan ini.
Kapten Bigetron by Vitality, Rapik Hidayat atau BTR KOJA, menyebut performa timnya menjadi jawaban atas keraguan publik terhadap peluang mereka tampil di Grand Finals.
"Hasil pertandingan pekan ini menjadi salah satu jawaban kami untuk orang-orang yang meragukan kami bisa masuk ke Grand Finals atau tidak. Namun, hasil ini tentunya tidak boleh membuat kami berpuas diri karena tujuan tim adalah menjadi juara," ujar KOJA.
RRQ Kazu Bangkit dan Amankan Tiket
RRQ Kazu menyusul langkah Bigetron menuju Grand Finals dengan performa yang tidak kalah impresif. Meski sempat kesulitan pada dua game awal dan hanya meraih satu poin, RRQ Kazu berhasil bangkit di empat pertandingan berikutnya.
Mereka menutup pekan ketiga dengan total 92 poin atau rata-rata 23 poin per game di empat laga terakhir. Hasil itu membuat RRQ Kazu menempati posisi ketiga klasemen keseluruhan dengan 93 poin dan memastikan tiket Grand Finals bersama GOW dari Vietnam.
Kebangkitan RRQ Kazu juga menjadi sorotan berkat penampilan pemain anyar mereka, Muffazzal Wafiy Zhafran atau RRQ RANZ. Setelah sempat terpuruk di papan bawah pada pekan pertama, RRQ Kazu kini berhasil menembus papan atas klasemen.
“Kerja tim yang luar biasa, kita bisa bangkit dari dua game awal yang buruk menjadi peringkat satu di hari kedua. Hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya, dan semoga kami semua bisa terus mempertahankan tren positif ini sampai Grand Finals dan menjadi juara,” ujar RRQ RANZ.
ONIC, EVOS Divine, dan Shadow Esports Masih Berjuang
Di sisi lain, tiga tim Indonesia lainnya masih harus berjuang pada pekan terakhir babak Knockout. ONIC sempat tampil menjanjikan setelah meraih Booyah pada game pertama pekan ketiga, tetapi gagal mempertahankan momentum hingga akhir pertandingan.
EVOS Divine juga menunjukkan permainan agresif, namun masih kesulitan menjaga konsistensi hingga late game. Sementara itu, Shadow Esports mengalami penurunan performa dibanding hari sebelumnya.
Hingga akhir pekan ketiga, EVOS Divine berada di peringkat kelima dengan 84 poin, ONIC di posisi keenam dengan 60 poin, dan Shadow Esports di posisi ke-10 dengan 43 poin.
Pelatih ONIC, Ahmad Fadly Masturoh atau ONIC AFM, mengakui timnya gagal memanfaatkan peluang untuk lolos lebih cepat ke Grand Finals.
“Tentu gagal memanfaatkan kesempatan untuk merebut tiket Final lebih awal di pekan ini jadi hasil yang sama sekali tidak kami harapkan. Tapi mungkin memang ini jadi pelajaran buat tim agar bisa bermain lebih strategis, mengambil keputusan yang lebih tepat, dan mampu bertahan dengan lebih baik,” kata AFM.
Pekan Terakhir Jadi Penentuan
Babak Knockout pekan keempat akan berlangsung pada 15-17 Mei 2026 dan menjadi kesempatan terakhir bagi ONIC, EVOS Divine, serta Shadow Esports untuk memperebutkan tiket Grand Finals yang akan digelar di Ho Chi Minh, Vietnam, pada 30-31 Mei 2026.
Selain perebutan tiket Grand Finals, pekan terakhir juga akan menentukan tim Indonesia yang terdegradasi ke Free Fire Nusantara Series (FFNS). Tim Indonesia dengan posisi terendah di klasemen akhir dipastikan turun kasta, terlepas dari berhasil lolos ke Grand Finals atau tidak.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News