Manajer Public Relation Team RRQ, Yabes Elia.
Manajer Public Relation Team RRQ, Yabes Elia.

RRQ Akui Tekanan Besar Jadi Alasan Sulitnya Rekrut Pemain untuk MPL ID S17

Mohamad Mamduh • 21 Mei 2026 14:11
Ringkasnya gini..
  • RRQ Hoshi dipastikan gagal lolos ke playoff MPL ID Season 17 setelah hanya meraih satu kemenangan hingga pekan kedelapan.
  • Buruknya performa tim memunculkan kritik terhadap manajemen terkait pembangunan roster.
  • Manajer PR RRQ, Yabes Elia, mengungkapkan bahwa proses perekrutan pemain sulit dilakukan karena tekanan besar yang melekat pada nama RRQ.
Jakarta: RRQ Hoshi menjadi salah satu tim yang paling disorot sepanjang gelaran MPL ID Season 17. Tim berjuluk Raja dari Segala Raja itu tampil jauh dari ekspektasi hingga dipastikan gagal lolos ke babak playoff.
 
RRQ bahkan menjadi tim pertama yang tersingkir dari perebutan tiket playoff setelah hanya meraih satu kemenangan hingga pekan kedelapan. Satu-satunya kemenangan tersebut diraih saat menghadapi Bigetron by Vitality.
 
Buruknya performa RRQ Hoshi musim ini memicu kritik tajam dari para penggemar. Pendukung tim RRQ yang biasa disebut Kingdom itu menilai bahwa Manajemen tim gagal membangun roster kompetitif untuk bersaing di MPL ID S17.
 
Menanggapi kritik tersebut, Manajer Public Relations (PR) Team RRQ, Yabes Elia, mengungkapkan bahwa proses perekrutan pemain ternyata tidak berjalan mudah. RRQ disebut sudah melakukan pendekatan kepada sejumlah pemain dari Indonesia maupun Filipina sebelum musim dimulai.
 
“Walaupun kita udah tawarin, udah kasih harga, cuma player-nya yang gak mau,” ujar Yabes.
 
Menurut Yabes, tekanan besar yang melekat pada nama RRQ menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah pemain enggan menerima tawaran bergabung. Ia menyebut ekspektasi tinggi publik terhadap RRQ membuat para pemain mendapat sorotan besar, bahkan ketika tim meraih hasil positif.
 
“Pressure-nya lebih gede, bukan cuma dari Kingdom saja, tapi dari caster, host, dan publik juga. RRQ juara dua pun masih dicaci,” kata Yabes.
 
Meski demikian, Yabes menilai tekanan tersebut merupakan risiko yang harus diterima ketika bermain untuk tim sebesar RRQ.
 
“Itu resiko juga sih, karena RRQ punya fans paling banyak,” lanjutnya
 
Selain itu, Yabes menjelaskan keputusan akhir terkait perekrutan pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih tim. Menurutnya, pelatih menjadi pihak yang paling memahami kebutuhan dan arah permainan tim ke depan.
 
“Nanti balik lagi ke coach dulu sebelum eksekusi. Coach yang biasanya kasih opsi, karena yang tahu tim mau dibawa seperti apa tentu coach,” jelasnya.
 
Kondisi ini membuat RRQ diperkirakan akan melakukan evaluasi besar menjelang musim berikutnya setelah gagal memenuhi target di MPL ID S17.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA