Hasil ini menjadi titik balik bagi RRQ setelah enam pekan tanpa kemenangan. Meski begitu, mereka saat ini masih berada di peringkat sembilan atau posisi terbawah klasemen, sehingga peluang lolos ke babak playoff terbilang sangat kecil.
Namun, asa tersebut belum sepenuhnya tertutup. Jika RRQ mampu menyapu bersih sisa pertandingan hingga akhir musim reguler, peluang untuk menembus zona playoff masih terbuka, meski sangat bergantung pada hasil tim lain.
Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan tren positif Bigetron yang sebelumnya mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Bigetron sendiri masih berada di peringkat ketiga klasemen, tetapi gagal menempel Dewa United Esports dan ONIC Esports yang berada di posisi dua dan satu.
Dengan tiga pekan tersisa, Bigetron dituntut untuk tetap tampil konsisten jika ingin mengamankan posisi di upper bracket atau dua besar klasemen.
Game 1
Laga pembuka berlangsung agresif sejak early game. Kedua tim langsung terlibat war pada perebutan turtle pertama, namun koordinasi rapi dari RRQ Hoshi membuat mereka unggul dan mengamankan objektif.
Keunggulan tersebut terus berlanjut. RRQ tampil dominan dengan memenangkan sejumlah team fight kecil, sekaligus mengamankan turtle kedua dan ketiga untuk mencatatkan perfect turtle.
Dominasi RRQ semakin terlihat saat mereka mendapatkan lord pertama tanpa perlawanan berarti. Meski begitu, Bigetron by Vitality masih mampu bertahan berkat koordinasi defense yang solid.
Memasuki mid hingga late game, RRQ kembali unggul dalam perebutan lord kedua. Namun, skenario serupa terjadi, BTR sukses menahan tekanan. Penentuan terjadi pada perebutan lord ketiga. RRQ berhasil memenangkan war krusial dengan mengeliminasi empat pemain BTR, membuka jalan untuk straight push ke base.
RRQ pun menutup game pertama dengan kemenangan meyakinkan 13-2 dalam waktu 17 menit 30 detik, unggul 1-0. EXP laner RRQ, SuperDann, tampil gemilang dan dinobatkan sebagai Player of the Game dengan torehan 5 kill dan 6 assist.
Game 2
Berbeda dengan game pertama, tempo awal di game kedua berjalan lebih hati-hati. Namun, RRQ kembali menunjukkan keunggulan saat berhasil memenangkan war di turtle pertama.
Momentum terus berpihak kepada RRQ. Mereka kembali mengamankan turtle kedua dan ketiga, sekaligus mempertahankan dominasi di early game.
BTR sempat menemukan celah di menit 9:50 dengan memenangkan team fight dan mengamankan lord pertama. Namun, selisih gold yang cukup jauh membuat RRQ mampu menahan tekanan dan dengan cepat mengeliminasi lord tersebut.
Pertarungan semakin sengit di perebutan lord kedua. RRQ memang berhasil mengamankannya, tetapi BTR membalas dengan memenangkan war dan menghancurkan beberapa turret RRQ, serta menetralkan lord tanpa kesulitan.
Situasi berubah saat RRQ berhasil mengeliminasi satu pemain BTR sebelum lord ketiga. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik untuk mengamankan lord penentu. Momentum ini tidak disia-siakan. RRQ sukses memenangkan team fight di area base dan langsung menghancurkan turret utama Bigetron.
RRQ menutup pertandingan dengan skor 2-0, setelah menang di game kedua dengan skor kill 15-10 dalam waktu 19 menit 44 detik. SuperDann kembali tampil konsisten dan menjadi Player of the Match dengan kontribusi 12 assist.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News