Pose kontroversi dari pemain BOOM Esports, Miggie. (Dok. KPL)
Pose kontroversi dari pemain BOOM Esports, Miggie. (Dok. KPL)

Honor of Kings

Pemain BOOM Esports Tuai Kontroversi di China, Pose Miggie Dinilai Rasis

Mohamad Mamduh • 30 April 2026 17:47
Ringkasnya gini..
  • SUMMARYPemain BOOM Esports, Miggie, memicu kontroversi besar di Tiongkok setelah melakukan gestur "slant-eye" dalam sesi foto resmi ajang Kings Challengers Cup.
  • Meski diklaim sebagai tindakan spontan tanpa niat menyinggung, insiden tersebut memicu gelombang protes keras dari netizen di platform Weibo.
  • Pihak manajemen dan penyelenggara kini telah melayangkan permohonan maaf resmi serta menarik seluruh konten terkait guna meredakan situasi.
Jakarta: BOOM Esports Filipina mendadak menjadi pusat perhatian publik menjelang turnamen Kings Challengers Cup di Tiongkok. Salah satu pemain andalan mereka, Miggie, memicu kemarahan komunitas lokal akibat pose yang dianggap rasis dalam unggahan media sosial resmi penyelenggara.
 
Insiden ini bermula saat laman media sosial KPL mengunggah foto roster resmi tim. Dalam foto tersebut, Miggie berpose dengan menarik atau menunjuk ke arah sudut mata, sebuah gerakan yang dikenal luas sebagai slant-eye gesture.
 
Di Tiongkok dan berbagai komunitas Asia Timur, gestur tersebut dianggap sebagai penghinaan fisik yang rasis dan sangat ofensif.
 

Reaksi Keras Netizen

Pemain BOOM Esports Tuai Kontroversi di China, Pose Miggie Dinilai Rasis

Netizen di platform Weibo bereaksi cepat dengan mengecam tindakan tersebut. Gelombang protes tidak hanya berhenti pada kritik pedas, tetapi juga memunculkan tuntutan agar pihak penyelenggara mendiskualifikasi BOOM Esports dari turnamen.
 
Meskipun Miggie telah memberikan klarifikasi bahwa pose tersebut merupakan ekspresi spontan dan sekadar gaya foto tanpa maksud mengejek, sentimen negatif tetap bertahan.
 
Penggemar menilai bahwa sebagai atlet profesional di kancah internasional, Miggie seharusnya memiliki sensitivitas budaya yang lebih baik, terutama saat bertanding di negara tuan rumah.
 

Permohonan Maaf Resmi


Merespons kegaduhan yang terjadi, pihak penyelenggara KPL segera menarik dan mengganti foto terkait dari seluruh kanal media sosial mereka. Langkah ini diikuti dengan pernyataan maaf resmi dari Miggie secara pribadi, manajemen BOOM Esports, hingga pihak KPL sendiri.
 
Penyelenggara mengakui adanya kelalaian dalam proses peninjauan materi promosi sebelum dipublikasikan. Insiden ini kini menjadi pelajaran penting bagi industri esports global mengenai krusialnya pemahaman lintas budaya dan profesionalisme atlet saat berkompetisi di panggung dunia.
 
Meski situasi mulai mereda, pengawasan terhadap perilaku atlet di media sosial kini semakin diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA