Wayang suket telah berkembang di Kabupaten Purbalingga sejak puluhan tahun silam. (Foto: Metro TV)
Wayang suket telah berkembang di Kabupaten Purbalingga sejak puluhan tahun silam. (Foto: Metro TV)

Menilik Budaya Purbalingga

Rona galeriindonesiakaya
Gervin Nathaniel Purba • 17 November 2019 19:00
Jakarta: Purbalingga menyimpan banyak potensi, mulai dari seni, budaya, wisata, hingga industri.
 
Kabupaten di Jawa Tengah ini menyimpan kekayaan budaya dan tradisi lokal. Kesenian wayang suket sangat populer di sana. Warga lokal dan pemerintah daerah Purbalingga bahu membahu melestarikan wayang suket.
 
Rumput dalam bahasa Jawa disebut “suket." Sesuai namanya, wayang suket merupakan kerajinan wayang yang terbuat dari rumput. Wayang suket telah berkembang di Kabupaten Purbalingga sejak puluhan tahun silam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelancong kerap memburu wayang suket sebagai oleh-oleh atau koleksi khas dari Purbalingga.
 
Selain wayang suket, ada juga batik khas Purbalingga yang bisa dijadikan oleh-oleh khas daerah ini. Batik Purbalingga dapat dijumpai di Desa Limbasari.
 
Batik tulis khas Desa Limbasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, diminati konsumen khususnya yang bermotif patrawisa. Motif patrawisa selalu habis terjual karena coraknya sangat bagus.
 
Selain motif patrawisa, batik bermotif sawah layur dan udan liris juga banyak diburu konsumen.
 
Hal menarik lainnya, Purbalingga dikenal sebagai penghasil bulu mata palsu berkelas dunia. Karena memiliki kualitas yang baik, bulu mata palsu khas Purbalingga diekspor ke Tiongkok, Rusia, dan Eropa.
 
Saksikan selengkapnya ulasan kekayaan budaya Purbalingga dalam program IDEnesia, pada Minggu, 17 November 2019, pukul 21.30 WIB, di Metro TV.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif