Jika belum, ada satu lokasi yang pas sekali untuk menikmati udara segar pegunungan sekaligus mengintip eloknya fajar menyingsing dari balik Bukit Sikunir. (Foto: Metrotvnews.com)
Jika belum, ada satu lokasi yang pas sekali untuk menikmati udara segar pegunungan sekaligus mengintip eloknya fajar menyingsing dari balik Bukit Sikunir. (Foto: Metrotvnews.com)

Mengintip Eloknya Fajar Menyingsing dari Balik Bukit Sikunir

Rona pariwisata daerah
Pelangi Karismakristi • 23 Desember 2016 16:30
medcom.id, Jakarta: Libur telah tiba, sudahkah terlintas tentang destinasi wisata untuk berakhir pekan bersama keluarga dan sahabat? Jika belum, ada satu lokasi yang pas sekali untuk menikmati udara segar pegunungan sekaligus mengintip eloknya fajar menyingsing dari balik Bukit Sikunir.
 
Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Untuk bisa menuju ke bukit yang terkenal dengan Golden Sunrise-nya ini, wisatawan diharuskan menempuh jarak sekitar 26 km menggunakan kendaraan darat dari pusat kota. Perjalanannya akan menempuh waktu sekitar empat puluh lima menit hingga satu jam.
 
Waktu yang tepat untuk mendaki bukit yang berada di Desa Tertinggi se-Pulau Jawa (2200 mdpl) ini adalah pada pukul 03.00 dini hari. Siapkan jaket tebal, sebab udara dingin di sana begitu menusuk. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Mengintip Eloknya Fajar Menyingsing dari Balik Bukit Sikunir
Jalur pendakian
Sekedar informasi, ketika memasuki kawasan desa Sembungan, wisatawan akan berhadapan dengan jalanan aspal sempit, berlubang dan berkelok-kelok bahkan sesekali menanjak.   
 
Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 10 ribu per-orang, turis akan dipersilahkan menuju lokasi parkir yang tak jauh dari pos pendakian. 
 
Pendakian pun dimulai, perlahan tapi pasti kita melangkah menuju puncak. Jalur pendakian akan ditempuh jarak kurang lebih 800 meter dengan waktu tempuh kira-kira 30 menit sampai 45 menit.
 
Bagi para pecinta adventure, medan pendakian Sikunir tergolong tak terlalu sulit. Namun, bagi pemula, tak usah khawatir, kini jalur pendakiannya telah banyak diperbaiki dengan paving dan dibuat tangga plus pegangannya. Dari anak-anak hingga orang tua pun mencoba mendakinya.
 
Sampai di puncak, tinggal menunggu beberapa saat saja untuk melihat pemandangan matahari terbit. Dari ufuk timur, mentari mulai menampakkan sinarnya, saat itu ratusan pengunjung pun bertepuk tangan dan sesekali bersorak melihat eloknya ciptaan Tuhan itu. 
 
Sejauh mata memandang nampak awan yang bergumul mengitari Gunung Sindoro yang nampak gagah di pelupuk mata. Hawa sejuk pegunungan pun mengajak indera penciuman merasakan udara bebas polusi.
 
Dari ketinggian, tak hanya nampak Gunung Sindoro saja, melainkan juga gunung Sumbing, Kembang, Merapi dan Merbabu. Pemandangan ini begitu membius semua mata yang memandang. 
 
Waktu cepat berlalu, sampai akhirnya hawa dingin terasa agak hangat dengan pancaran sinar kuning dari matahari. Di situlah, baru ada satu panorama lagi yang tidak absen menghiasi indahnya Bukit Sikunir. 
 

 
Mengintip Eloknya Fajar Menyingsing dari Balik Bukit Sikunir
Pemandangan hijau dan Telaga Cebongan
Dari sisi lain, mata disuguhkan dengan hijaunya pepohonan dan Telaga Cebongan yang letaknya persis di bawah kaki bukit. Telaga ini bisa langsung dilihat keindahannya saat menuruni bukit, letaknya pun tak jauh dari area parkiran. 
 
Salah satu wisatawan asal Jakarta pun mengku kagum akan pesona Bukit Sikunir. Meskipun ia merasa lelah ketika mendaki, namun semuanya terbayar dengan kemolekan tempat wisata ini.
 
"Bagus banget sih, baru pertama kalinya saya main ke bukit. Tapi di atas tempatnya kurang lebar sih, jadi kesannya padat sekali. Overall bagus, dan puas banget liburan di sini," tutur Syahmaidar sembari berswafoto bersama rekan-rekannya.
 
Sama halnya dengan turis lokal asal Wonosobo ini. Meskipun ia mengakui sering berkunjung ke sini, dirinya tak pernah merasa bosan. Menurutnya sunrise di Sikunir sangat mengagumkan, dan tak bisa ditemuinya di daerah lain.
 
"Biasanya sih saya sama teman-teman, ya sekedar untuk liburan atau terkadang syuting video dan banyak spot fotografi juga sih. Bagus banget, kalau lagi beruntung (cuaca bagus) ya beneran kita merasa seperti berada di negeri atas awan, kan awannya ada persis di depan mata kita," ujar wisatawan bernama Bintang Patria Negara ini kepada Metrotvnews.com.
 
Mengintip Eloknya Fajar Menyingsing dari Balik Bukit Sikunir
Infastruktur yang kian membaik
Kini Bukit Sikunir, sambung Bintang, sudah banyak berubah. Terutama soal fasilitas, antara lain jalur pendakian, toilet, mushola dan pedagang minuman hangat yang bisa dijumpai di puncak bukit.
 
(Baca juga: Jateng Semakin 'Gayeng' dengan Go Digital)
 
"Beda sekali waktu awal ke sini tahun 2012 masih sepi, berasa bukit sendiri. Dulu tidak seperti ini, fasilitas tidak ada, jalannya belum bagus. Saya berharap ke depannya akan lebih baik (pengelolaannya) sehingga pengunjung bisa lebih nyaman. Pemerintah juga harus lebih perhatian lah, dan bikin juga semacam video profile untuk lebih mempromosikan ke dalam maupun luar negeri," tutup laki-laki yang hobi membuat video ini.
 
Usai menuruni puncak Sikunir, perut yang terasa keroncongan bisa terobati dengan makanan khas Wonosobo yang tersaji hangat di kedai-kedai area parkiran. 
 
Sagon, tempe kemul, kentang goreng Dieng dan secangkir minuman hangat tersaji di hadapan mata. Untuk menambah stamina, cicipi juga segelas minuman tradisional purwaceng yang hanya bisa dijumpai di kota Asri ini.
 
Selain Sikunir, masih ada beberapa obyek wisata yang tak kalah cantiknya dan bisa dikunjungi bila berada di Wonosobo. Antara lain Telaga Menjer, Bukit Tuk Bima Lukar, Gunung Prau, Gunung Pakuwaja, Telaga Warna, Batu Ratapan Angin, Bukit Skuter yang letaknya juga saling berdekatan.
 

 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif