Dinding batu bata merah sebagai puing Wisma Astorenggo yang menjadi lokasi ketiga dalam pameran 900 mdpl. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
Dinding batu bata merah sebagai puing Wisma Astorenggo yang menjadi lokasi ketiga dalam pameran 900 mdpl. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

Rukun Tresna di Wisma Astorenggo

Rona wisata gaya
Arthurio Oktavianus Arthadiputra • 29 Oktober 2019 09:00
Yogyakarta: Gesekan sosial pernah mewarnai kehidupan tenang di Kaliurang. Kisah itu coba dituturkan kembali oleh Maryanto, melalui karya berjudul Rukun Tresna, di lokasi ketiga dalam pameran seni site specific berbalut tema 900 mdpl : Hantu-hantu seribu percakapan.
 
Aneka warna bendera komunitas yang bergantungan pada tali yang diikat pada beberapa tiang pancang, berkibar bebas tertiup angin.
 
Situs ketiga dari pameran 900 mdpl terletak di sisa reruntuhan bangunan Wisma Astorenggo, Kaliurang, dengan kisah gesekan sosial dari reruntuhan bangunan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bekas Wisma Astorenggo menjadi saksi bisu tentang konflik yang terjadi pada November 2000. Maryanto mengingatkan kembali kejadian itu melalui karyanya berupa simbol bendera komunitas yang ada di Kaliurang, dari tahun 30-an hingga saat ini.
 
Ketika itu, satu organisasi non pemerintah mengadakan kegiatan penyuluhan terkait HIV/AIDS untuk komunitas gay dan transgender. Menjelang tengah malam, kelompok organisasi radikal dari luar Kaliurang datang menyerang.
 
Fasilitas dan bangunan Wisma Astorenggo dirusak. Intimidasi dan teriakan penyerang membuat lebih 200 orang peserta kegiatan penyuluhan mengalami trauma.
 
Kekerasan yang disebabkan oleh kebencian itu belum terselesaikan secara hukum hingga hari ini. Wisma pun menjadi puing monumen konflik horizontal antar organisasi dan menyimpan kisah kelam yang belum tuntas di Kaliurang.

Pesan toleransi dan kebersamaan

Maryanto, seniman lulusan ISI-Yogyakarta (2005) dan Rijksakademie-Amsterdam (2013), membuat panggilan terbuka pada masyarakat Kaliurang, untuk mengirimkan informasi komunitas / kolektif / organisasi lokal, untuk karya yang ditampilkan dalam 900 mdpl.
 
Gayung bersambut. Panggilan seniman itu ditanggapi masyarakat dan terkumpul bendera komunitas olahraga hingga budaya, penggemar, band musik dan kelompok usaha.
 
Rukun Tresna di Wisma Astorenggo
(Pengunjung sedang mengabadikan diri diantara kibaran bendera komunitas yang ditampilkan dalam karya Maryanto berjudul Rukun Tresna. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
 
Bendera-bendera yang terkumpul dikibarkan tepat di samping reruntuhan bangunan wisma.
Melalui bendera-bendera itu, Maryanto mencoba memulihkan memori atas kisah kelam yang pernah terjadi di tempat itu dan menggambarkan Kaliurang sebagai satu komunitas besar yang terdiri dari kolase atas komunitas-komunitas kecil.
 
Pesan penting yang coba disampaikan oleh seniman yang pernah melakukan pameran tunggal di Lir Space- Yogyakarta (2019), Yeo Workshop-Singapura (2017 dan 2015), Art Basel Hong Kong-Discoveries Section (2016), Rijksacademie van Beeldende Kunsten-Amsterdam dan Heden-Denhaag (2013), adalah tentang toleransi dan kebersamaan, agar kejadian serupa tak terulang lagi di masa mendatang.

Komunitas tertua

Rukun Tresna disematkan sebagai judul pameran oleh Maryanto, dengan mengambil kata yang berasal dari komunitas tertua yang pernah ada di Kaliurang, IRIT (Iyo Rukun, Iyo Tresno).
 
Komunitas ini aktif di tahun 40-an/50-an, sebagai tempat bagi orang-orang muda di Kaliurang untuk mengekspresikan diri mereka secara kreatif, damai dan harmonis.
 
Gita, pengunjung asal Yogyakarta, mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui kisah yang disampaikan dalam pameran tersebut, meski sudah beberapa kali mengunjungi kawasan Kaliurang untuk berwisata.
 
“Kisah yang terjadi di Kaliurang dan disampaikan dalam pameran ternyata sangat beragam dan menjadi informasi penting bagi orang yang baru mengetahui seperti saya,” tutur mahasiswi universitas negeri di Yogyakarta.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif