Derasnya air yang jatuh dari ketinggian lebih dari 40 meter itu menjadi daya tarik tersendiri.
Air terjun yang memiliki hilir di Gunung Muria ini terbilang masih alami. Pohon besar nan rimbun membuat lokasi ini menjadi lebih teduh. Batu-batu berukuran besar pun masih banyak di sepanjang aliran sungai.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pengelolaan objek wisata ini ditangani pemerintah desa. Meski begitu, sejumlah fasilitas umum sudah tersedia, seperti kamar mandi dan tempat parkir yang cukup memadai untuk kendaraan roda dua dan mobil pribadi.
Rambu peringatan larangan mandi di bawah air terjun pun terpampang, imbauan agar pengunjung tidak bertindak nekad. Pasalnya, hampir setiap tahun saat musim hujan air terjun Songgo Langit menelan korban jiwa. Cekungan tepat di bawah air terjun cukup dalam. Selain itu, banjir kerap datang tiba-tiba.
Tasya, pengunjung air terjun Songgo Langit mengaku tidak takut datang saat musim hujan. Sebab, saat musim kemarau debit air terjun Songgo Langit kecil.
"Kalau musim seperti sekarang airnya bagus, seger. Kalau kemarau nggak ada airnya," ujar Tasya usai berswafoto di tepi sungai air terjun Songgo Langit, Senin (12/2/2016).
Untuk menikmati pesona keindahan dan segarnya air terjun Songgo Langit, wisatawan cukup merogoh kocek Rp2 ribu.
Lihat Video: Mengunjungi Museum Bahari di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
