Intip keindahan Fushimi Inari Taisha, kuil seribu gerbang. (Foto: Dok. Luhur Hertanto)
Intip keindahan Fushimi Inari Taisha, kuil seribu gerbang. (Foto: Dok. Luhur Hertanto)

Kuil Seribu Gerbang yang Instagramable

Rona wisata gaya
Luhur Hertanto • 10 November 2019 11:12
Jakarta: Salah satu kuil Shinto ini cukup sering muncul di Instagram. Banyak celebgram yang mengunggah foto selfienya dengan latar belakang deretan ribuan gerbang kayu warna merah menyala. Inilah yang membuatnya juga dikenal dengan nama Senbon Torii (deretan gerbang), Kuil Merah dan Kuil Seribu Gerbang.
 
Namun nama sebenarnya kuil yang berada di Kyoto, Jepang, ini adalah Fushimi Inari Taisha. Inari adalah nama gunung kecil di mana kuil ini berdiri di kakinya. Inari juga nama dewa pertanian dan kemakmuran bagi pemeluk Shinto.
 
Sementara deretan ribuan gerbang warna merah menyala yang instagramable itu disebut tori. Setiap tori yang berdiri di sana adalah sumbangan dari para umat yang dengan harapan dilimpahi keberuntungan. Nama penyumbang tertulis di bagian belakang setiap gerbang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuil Seribu Gerbang yang Instagramable
(Wisatawan bisa menyewa baju Kimono untuk berjalan-jalan dan berfoto di area kuil. Foto: Dok. Luhur Hertanto)
 
Kemudahan transportasi juga membuat kuil yang didirikan pada 711 ini tujuan wisata utama di Kyoto. Terutama dengan kereta api Nara Line yang stasiunnya tepat berada di seberang gerbang timur kuil.
 
Di kiri kanan stasiun ada banyak kios yang menyewakan kimono agar bagi turis agar foto-fotonya makin cantik.
 
Bila secara seksama memerhatikan detail kuil Fushimi Inari Taisha, kita akan menjumpai banyak patung rubah. Totalnya ada puluhan patung rubah tersebar di sekitar kuil dan jalur pendakian menuju Gunung Inari di belakangnya.
 
Kuil Seribu Gerbang yang Instagramable
(Beberapa patung rubah terdapat di kuil Fushimi Inari. Mereka dianggap sebagai hewan utusan para dewa untuk menjaga lumbung-lumbung padi petani. Foto: Dok. Luhur Hertanto)
 
Rubah dianggap sebagai hewan utusan para dewa untuk menjaga lumbung-lumbung padi petani. Lumbung juga merupakan simbol dari kemakmuran dalam agama Shinto.
 
Sebelum memasuki kuil, kita diharapkan membasuh tangan dan wajah terlebih dahulu di pancuran yang disediakan. Memang ritual ini lebih ditujukan kepada umat Shinto yang datang untuk sembahyang, namun tidak ada ruginya kita mengikutinya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat.
 
Uniknya ada yang menyakini bahwa air yang mengucur dari sumber air Gunung Inari tersebut memiliki keistimewaan. Maka jangan heran bila ada yang kemudian menyimpannya dalam botol untuk dibawa pulang. Ya, tidak berbeda dengan di Indonesia kan?
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif