Petani bernama Mike Smith dari St. Asaph, Denbighshire menyebut ciptaan barunya sebagai cabai Napas Naga.
Dengan bantuan dari Nottingham Trent University, cabai jenis baru tersebut memiliki tingkat Scoville sebanyak 2,4 juta unit pedas, yang melampaui rekor saat ini, yaitu Carolina Reaper dengan tingkat skala 1,5 juta.
Skala Scoville adalah ukuran tentang pedasnya cabai.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Foto: via tastingtable)
Smith, yang telah menjajal rasa pedas cabai tersebut mengungkapkan bahwa sensasi yang ditimbulkan 'menyenangkan' dengan tingkat kepedasan yang di luar batas.
Ia menjelaskan bahwa cabai pedas itu memang bukan dibuat untuk dikonsumsi, tetapi sebagai obat bius alami di negara-negara berkembang yang tak memiliki akses pada obat bius berbahan kimia. Minyak cabai tersebut sangat intens sehingga bisa menyebabkan mati rasa pada kulit.
"Cabai ini belum pernah dimakan langsung. Saya pernah mencobanya di ujung lidah dan lidah saya terasa terbakar dan memang terbakar. Saya meludahkannya dalam waktu 10 detik. Intensitas panasnya terus terasa," katanya.

(Foto: via tastingtable)
Cabai Napas Naga tersebut telah dikembangkan Smith selama delapan tahun dan kini tengah dipamerkan dalam Chelsea Flower Show di London dengan harapan akan memenangkan kategori Plant of the Year.
Ia juga telah mendaftarkan tanaman tersebut pada Guinness World Records sebagai cabai terpedas di dunia dan tengah menunggu konfirmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
