Sebuah tempat wisata di lereng gunung salak atau di Taman Sari, Kabupaten Bogor. Tempat ini menawarkan keunikan hotel yang berkonsep tenda ala Mongolia dan Apache Amerika.( Foto: MI/Dede Susianti)
Sebuah tempat wisata di lereng gunung salak atau di Taman Sari, Kabupaten Bogor. Tempat ini menawarkan keunikan hotel yang berkonsep tenda ala Mongolia dan Apache Amerika.( Foto: MI/Dede Susianti)

Mengundang Turis ke Bogor Barat

Rona wisata jawa barat
Media Indonesia • 09 Agustus 2016 10:34
medcom.id: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor kini tengah mengincar Bogor Barat untuk pengembangan pariwisata. Selain pemerataan, pengembangan wisata Bogor Barat juga sebagai upaya untuk memecah perhatian dari daerah Selatan atau Puncak.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Rahmat Surdjana mengatakan, kawasan wisata Puncak saat ini sudah memasuki titik jenuh. “Puncak menjadi tujuan wisata nasional. Tapi, kondisinya memprihatinkan karena kurang dikelola. Tata ruangnya juga sudah berubah dan harus ditertibkan,” ungkapnya.
 
Pengembangan wisata di Bogor Barat, lanjut dia, akan dimulai dari Kecamatan Taman Sari. Pengembangan rencananya dilakukan pada tahun 2017 mendatang. “Kami sedang menyusun kajian di sekitar Kecamatan Taman Sari. Program ini nantinya bisa dimanfaatkan para pelaku usaha,” kata Rahmat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taman Sari dipilih sebagai titik awal pengembangan, kata dia, karena letaknya strategis. Lokasinya mudah diakses dari Kota Bogor dan Jakarta. Objek wisata yang sudah ada di sekitar Taman Sari juga sangat banyak dan menarik. Baik objek wisata alam, sejarah maupun budaya.
 
“Banyak jejak sejarah di Taman Sari. Apalagi objek wisata alam. Ada Curug Nangka, Curug Luhur, dan area perkemahan,” paparnya.
 
Mengundang Turis ke Bogor Barat
The Highland Park. (Foto:MI/Dede Susanti)
 
Sementara itu, Ketua IV Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) yang juga Direktur Utama Taman Safari Indonesia Frans Manangsang mengeluhkan kemacetan di jalur Puncak yang berimbas pada jumlah wisatawan lokal dan mancanegara di Taman Safari Indonesia. “Jalur Puncak ini sudah sangat padat meskipun di hari biasa,” ujarnya.
 
Titik macet antara lain berada di daerah Pasar Cisarua, kawasan Megamendung, dan Pasar Warung Kaleng Kampung Arab.
 
Frans meminta agar pemerintah pusat dan daerah turun tangan membantu mengatasi macet di jalur Puncak karena berdampak pada kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Apalagi, September tahun ini Taman Safari Indonesia akan kedatangan dua panda raksasa dari Tiongkok yang diprediksi bakal menyedot tambahan pengunjung.
 

(FIT)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif