Para pegawai Kementerian Pariwisata dan awak media berfoto bersama dalam acara rangkaian serah terima jabatan Arief Yahya kepada Wishnutama Kusubandio. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Para pegawai Kementerian Pariwisata dan awak media berfoto bersama dalam acara rangkaian serah terima jabatan Arief Yahya kepada Wishnutama Kusubandio. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Arief Yahya Pamit, Suasana Haru Selimuti Gedung Sapta Pesona

Rona arief yahya Kemenparekraf Wishnutama Kusubandio
Sunnaholomi Halakrispen • 24 Oktober 2019 18:59
Jakarta: Arief Yahya pamit sebagai Menteri Pariwisata. Ungkapan perpisahan pun disampaikannya kepada seluruh karyawan di kementerian yang kini bernama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
 
Pada rangkaian serah terima jabatan dari Arief Yahya kepada Wishnutama Kusubandio, Arief memaparkan harapannya. Setelah itu, beberapa patah kata tulus diucapkan Arief, menyentuh hati para mantan bawahannya.
 
"Selama kita bergabung lima tahun, saya banyak salah. Mohon maaf lahir batin, terutama kepada yang berbaju putih ini semua (karyawan Kemenparekraf). Mohon maaf, tidak terasa lima tahun ini. Ada yang merasa menderita soalnya," ujar Arief, di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arief Yahya Pamit, Suasana Haru Selimuti Gedung Sapta Pesona
(Rangkaian serah terima jabatan dari Arief Yahya kepada Wishnutama Kusubandio, sebagai Kemenparekraf. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
Sontak para karyawan yang dipandanginya tertawa seraya membenarkan kerja keras yang ditanamkan Arief kepada mereka selama lima tahun terakhir.
 
Arief memang dikenal selalu memicu karyawannya untuk giat bekerja, demi mencapai target perbaikan sektor pariwisata di setiap daerah.
 
Terbukti, kerja sama seluruh tim yang dibawahinya berhasil memperbaiki pariwisata di Indonesia, termasuk jumlah wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
 
Dalam sambutannya, lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung itu sempat menyatakan hubungan baik harus selalu terjalin.
 
Arief Yahya Pamit, Suasana Haru Selimuti Gedung Sapta Pesona
(Pegawai Kementerian Pariwisata di bawah Arief Yahya melepas tugas selesainya Arief Yahya. Tangis dan haru pecah dalam suasana pelepasan tersebut. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
"Jabatan itu datang dan pergi, tapi persaudaraan dan persahabatan itu tidak akan pernah terganti," tuturnya.
 
Pernyataan tersebut didapatinya dari salah satu Bupati yang meskipun Arief tak lagi menjadi Menpar, tetap diingat. Jasanya tak dilupakan, karena Mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk itu tak melupakan orang lain.
 
"Ucapan terima kasih kepada Pak Presiden Jokowi yang telah memberikan kesempatan untuk membangun pariwisata di Indonesia. Pak Presiden juga menjadikan pariwisata sebagai leading sector. Kepada komunitas, rekan asosiasi, dan wartawan, terima kasih yang tak terhingga," paparnya.
 
Tah khayal, mata Arief berkaca-kaca dan hidungnya memerah. Hingga di akhir kalimat sambutannya, suasana haru menyelimuti Gedung Sapta Pesona. Seakan orang yang berada di dalamnya merasakan kesedihan ditinggalkan orang tersayang. Menyaksikan suasana tersebut, Poni Iravati pun turut terharu.
 
Arief Yahya Pamit, Suasana Haru Selimuti Gedung Sapta Pesona
(Arief Yahya dan Wishnutama Kusubandio berfoto bersama para awak media saat rangkaian serah terima jabatan. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
"Dengan berat hati, terutama pada teman-teman Kemenpar, saya akan pamit. Insyaallah kita bertemu pada saat halal bihalal, kalau diundang. Awas kalau enggak diundang ya," ucap Arief disambut tawa seisi ruangan.
 
Usai melontarkan maaf dan terima kasih kepada seluruh jajaran kementerian tersebut, antrean pelukan mengerubungi Arief. Tak sedikit yang terlihat sedih, kehilangan.
 
Antrean tak henti mengantarkan pria yang lahir di Banyuwangi itu ke pintu keluar kementerian. Para karyawan berbondong-bondong meminta swafoto bersama Arief. Tangis pun menetes di antara mereka. Termasuk para wartawan dari berbagai media.
 
Sebelum melambaikan tangan dan memasuki mobil hendak meninggalkan kantor lamanya, Arief menyemangati semua yang mengantarnya. Senyuman hangat khas Arief terpancar, namun kali ini matanya ikut berbinar seakan menahan tangis.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif