Health alert card salah satu yang harus dimiliki oleh setiap penumpang pesawat yang masuk ke Bali. (Foto: Pexels.com)
Health alert card salah satu yang harus dimiliki oleh setiap penumpang pesawat yang masuk ke Bali. (Foto: Pexels.com)

Persiapan Pembukaan Wisata di Bali

Rona bali wisata
Raka Lestari • 21 Juni 2020 13:44
Jakarta: Bali merupakan salah satu destinasi yang cukup populer, baik di kalangan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Namun dengan adanya pandemi covid-19 seperti sekarang, pariwisata di Bali juga mengalami dampak yang cukup signifikan. 
 
“Ada beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Bali dalam protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness, healthy, and safety (CHS),” ujar Ida Ayu Indah Yustikarini, selaku perwakilan dari Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Bali, dalam acara Sosialisasi Kenormalan Baru di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui live streaming YouTube, Minggu, 21 Juni 2020.
 
Menurutnya, saat ini pemprov Bali sudah membentuk gugus tugas yang juga dibantu oleh pemerintah kabupaten dan kota sekaligus kecamatan. “Dan yang paling penting adalah dibantu pemerintah setingkat desa atau adat,” ujar Ida Ayu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemprov Bali juga saat ini melakukan skrining ketat di seluruh pintu masuk Bali sebagai upaya pencegahan. Di Bandara Ngurah Rai misalnya, seluruh penumpang pesawat harus menunjukkan tes PCR atau swab. Sedangkan di pelabuhan, seperti di Gilimanuk dan Ketapang penumpang harus menunjukkan hasil negatif dari rapid test,” tutur Ida Ayu. 
 
Persiapan Pembukaan Wisata di Bali
(Ida Ayu Indah Yustikarini, selaku perwakilan dari Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Bali mengatakan ada beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Bali dalam protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness, healthy, and safety (CHS). Foto: Pexels.com)
 
Ia juga menambahkan, saat ini setiap penumpang pesawat yang masuk ke Bali harus memiliki health alert card. “Ini berisi informasi penumpang terkait kondisi kesehatannya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat di Bali juga,” tutur Ida Ayu. 
 
“Saat ini Bali memiliki 14 rumah sakit yang siap menangani pasien covid-19. Dan kemudian ada 3 laboratorium yang siap untuk melakukan tes PCR. Dan awal bulan ini akan ditambah dua laboratorium lagi,” tambah Ida Ayu.
 
Bali juga akan bekerja sama dengan para pecalang untuk mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar daerahnya untuk patuh memakai masker dan menjaga jarak. “Kalau ada pengendara motor yang tidak memakai masker akan diberhentikan atau diperingatkan,” tutur Ida. 
 
“Untuk kembali menerima wisatawan, kemungkinan di Bali sendiri baru bisa dilakukan pada bulan Juli. Akan tetapi itu pun hanya untuk wisatawan di Bali saja. Untuk seluruh Nusantara kemungkinan baru pada bulan Agustus,” ujar Ida Ayu. 
 
“Sedangkan untuk wisatawan mancanegara kemungkinan baru akan dibuka ada bulan September. Namun tetap harus melihat kurva pasien covid-19 di Bali. Jika sudah melandai mungkin akan sesuai dengan rencana, tetapi kalau masih tinggi kemungkinan belum bisa dibuka,” tutup Ida Ayu.  

 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif