Bledug Kuwu menjadi destinasi wisata untuk melihat fenomena alam berupa semburan lumpur dingin. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
Bledug Kuwu menjadi destinasi wisata untuk melihat fenomena alam berupa semburan lumpur dingin. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

Lumpur Dingin Bledug Kuwu

Rona wisata wisata jawa tengah
Arthurio Oktavianus Arthadiputra • 10 April 2020 11:34
Grobogan: Fenomena yang terjadi secara alami di suatu daerah biasanya dibarengi dengan cerita legenda, seperti yang ditemukan di Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah, berwujud lokasi wisata bernama Bledug Kuwu. 
 
Dalam Bahasa setempat, bledug adalah kawah lumpur. Sedangkan Kuwu adalah nama desa di mana bledug itu berada. Kawah lumpur ini merupakan pelepasan lumpur mineral dan gas dari dalam teras bumi. Gas yang dilepas adalah metana.
 
Berada sekitar 28 kilometer ke arah Timur Kota Purwodadi, Bledug Kuwu menjadi destinasi alam yang menyuguhkan semburan lumpur dingin. Secara berkala, lumpur mineral yang dilepaskan berupa letupan besar mencapai tinggi hingga dua meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lumpur Dingin Bledug Kuwu
(Tanah di kawasan kawah lumpur dingin membentuk retakan bila sudah mengering dan harus hati-hati saat melangkah bila muncul kawah baru agar tidak terperosok dalam lumpur. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

Tanah bergoyang 

Bledug Kuwu dikelola menjadi obyek wisata sejak tahun 1983 oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan. Fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk datang melihat secara langsung semburan lumpur yang terjadi.
 
Anang, pengunjung asal Purwodadi, mengatakan sering mendengar cerita tentang Bledug Kuwu dari rekannya yang sudah berkunjung. Rasa penasaran tentang bagaimana bentuk dan semburan lumpur membuat dirinya datang untuk melihat langsung.
 
“Ternyata di dekat kawah semburan lumpur tanahnya bergoyang. Banyak kawah-kawah kecil bermunculan mengeluarkan lumpur dingin juga,” katanya beberapa waktu lalu.
 
Pengunjung yang datang harus berhati-hati saat melangkah. Karena, permukaan tanah di sekitar bentukan kawah baru sangat goyah. Bila salah melangkah, bisa masuk dalam lumpur dingin. 
 
Kawasan semburan lumpur dingin Bledug Kuwu terhitung sangat luas. Membentang seluas 45 hektar dan membentuk lahan kosong dengan genangan lumpur dingin yang sudah mengering.
 
Lumpur Dingin Bledug Kuwu
(Semburan lumpur dingin bledug kuwu dapat mencapai ketinggian hingga dua meter. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

Legenda

Rebi, penduduk Desa Kuwu yang juga berjualan garam di Bledug Kuwu, mengatakan menurut legenda munculnya Bledug Kuwu tak lepas dari sosok Raden Ajisaka yang mengutus Jaka Linglung untuk membunuh Prabu Dewata Cengkar. 
 
Diceritakan, Prabu Dewata Cengkar merupakan sosok yang sangat jahat dan suka memangsa manusia. Ia merubah wujudnya menjadi buaya putih.
 
“Pertarungan terjadi di Pantai Selatan. Saluran ini adalah jalan pulang Jaka Linglung setelah pertarungan tersebut selesai,” kata Rebi.
 
Kisah itu menjadi berkaitan karena air yang dibawa oleh lumpur mengandung garam. Sehingga, penduduk setempat menggunakan air tersebut untuk dijadikan garam yang menjadi sumber penghasilan tambahan. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif