Ini Orang yang Sering Bikin Netizen Pengin ke Luar Negeri

Fitra Iskandar 08 Maret 2018 20:53 WIB
travel
Ini Orang  yang Sering Bikin Netizen Pengin ke Luar Negeri
Kenny Santana. (Foto: Instagram)
JAKARTA :  Sekitar lima tahun lalu siapa yang berani lompat status dari pegawai  kantoran jadi ‘selebritas’ media sosial?! Sangat sedikit, kalau tidak bisa dikatakan belum ada. Tetapi Kenny  Santana saat itu nekat. Ia bermain-main di Twiter, dan seperti judul  iklan di internet, ‘Awalnya iseng, pria ini tak menduga akibatnya.’

 Waktu membuktikan pilihannya tidak keliru. Sekarang Kenny bisa mengandalkan media sosial sebagai pancingan rupiah.  Kenny adalah pendiri Kartupos.co.id. Dengan aset media sosialnya Ia menjual jasa organisator wisata (trip organizer).

 Sebelum Awkarin dan Ria Ricis muncul jadi selebritas media sosial, Kenny  membuat akun di Twitter pada 2012. Ia membagi tips dan pengalamannya melancong ke berbagai negara di akunnya. Kenny memang hobi banget jalan-jalan. Salah satu pemicunya, ialah pengalaman kursus 10 bulan di Italia.


 Twitter ia akrabi sambil lalu. Ketika itu, Ia bekerja di Blitz Megaplex sebagai  film programming. Selama satu tahun dari 2012 hingga 2013, jumlah follower-nya bertumbuh hitungan ribu. Dari situ, ia dikontak sana-sini oleh berbagai brand dan tourism board. Kenny merasakan nikmatnya menjadi buzzer.



 Ia juga menjual trip seperti layaknya biro perjalanan. Ia yang membelikan tiket pesawat, akomodasi hotel dan lain-lain.  Pemasukannya lumayan,  kata Kenny.  Dari situ ia berpikir untik serius mencari uang dari Twitter.   

“Setahun dari 2012 ke 2013 gue sudah dapat penghasilan dari brand. Gue jualan trip, mereka (follower) beli trip. Gue berpikir kayaknya bisa nih gue kembangkan lagi buat gue hidup dari situ,”  ujar Kenny mengenang.

Kenny enggak punya sosok yang Ia jadikan referensi. Siapa sih orang Indonesia yang sudah tenar yang  menjadikan Twitter satu-satunya tempat mencari nafkah. “Waktu itu memang nekat. Kalau gue enggak coba, gue enggak akan tahu,” katanya.

“Enggak ada orang yang gue ikuti jadi contoh.  Menurut gue saat itu travel blogger belum jadi profesi. Sekarang kan banyak anak muda kalau ditanya cita-cita jawabnya mau jadi travel blogger,” ujar pria ramah ini. Kenny sebelum resign juga sudah aktif menulis artikel wisata.


Kenny beberapa kali menikmati kelas paling mewah karena undangan maskapai

 Kenny enggak merinci berapa nominal yang ia terima dari situ. Tetapi menurutnya, kadang melebihi gajinya, kadang kurang sedikit. Saat itu yang ada dipikirannya yang penting pendapatannya masih mencukupi  untuk hidup.

 “Kalau enggak lancar, ya gue tinggal nyari kerja kantoran lagi. Tetapi setahun gue main Twitter, gue malah lihat ada peluang sih. Gue berpikir, gue harus berani untuk bikin ini jadi mata pencarian utama dibandingkan sekadar kerja sampingan,” tambah dia.


Foto: Instagram
 
Trip Konser

Sebelum keluar dari pekerjaan, Kenny biasa menjual berbagai trip. Ada juga khusus momen konser.  Misal saat 2013, Cold Play konser di Australia, Kenny membuka paket trip. Yang membeli tripnya tinggal setor uang kemudian Kenny mengurus pembelian transportasi dan akomodasi termasuk tiket konser.

“Waktu itu 2013 ada 10 orang yang ikut. Kemudian empat tahun kemudian, yang ikut 200 orang,” imbuh Kenny.  Pada 2016, Cold Play kembali konser di Australia.

Kenny baru main Instagram sekitar 2015. Akunnya @kartuposinsta, per 1 Maret 2018, memiliki pengikut 39.6k.  Kenny juga punya akun @kartupostrip dengan pengikut 7009. Dua akun ini berbeda konten. Yang pertama untuk ia berbagi pengalaman, tips dan info seputar traveling. Yang kedua ia pakai untuk  mempromosikan ‘produk’  trip organizer-nya.

Bisnis Kenny lumayan lancar. Ukurannya sederhana. Dia menikmati profesi sekarang dan belum berpikir jadi pegawai kantoran lagi. Salah satu yang membuatnya dicari orang yang ingin berlibur ke luar negeri, adalah harga paket trip yang murah.



Kenny bisa membuat trip ke Turki dengan biaya Rp13.4 juta seeorang. Dengan biaya segitu, pelancong bisa mengunjungi Kapadokia dan Istanbul selama 6 hari 5 malam.  Pelancong juga bisa naik balon udara ditemani pemandu lokal, dan pemimpin tur dari Indonesia.

Bagaimana caranya dapat tiket murah sih? “Ya gue tahu lah trik-triknya dapat tiket-tiket murah yang mereka enggak tahu,” kata Kenny main rahasia-rahasiaan.

Menanggapi  Pelanggan yang  Takut Ditipu

Saat baru mulai usaha trip organizer, Kenny praktis mengandalkan akun di Twitter untuk menarik peminat. Di satu sisi Ia cukup takjub, banyak orang yang percaya begitu saja menyerahkan uang berjuta-juta untuk membeli jasa tripnya, meski tak tahu identitasnya. Beberapa  merasa perlu berkenalan langsung. Kenny maklum. Ia pun kerap melayani permintaan calon pembeli tripnya untuk bertemu langsung. 

“Beberapa ada yang bertanya,  @Kartupos itu kantornya di mana? Ya gue jawab @Kartupos enggak punya kantor, tetapi gue waktu itu kan masih kerja,  ya gue jawab kalau kantor tempat gue kerja ada,”  cerita Kenny.

“Saat itu boleh-boleh saja  kalau ada yang mau bertemu dulu. Kalau sekarang minta bertemu supaya  percaya dulu (baru transaksi), gue enggak ada waktu, guenya jarang di Jakarta juga kan.  Gue mengerti sih dari sisi mereka. Memang banyak penipuan. Tetapi kalau asasnya sudah enggak percaya, aku juga malas. Ya, gue sudah lima tahun menjalankan ini, lo bisa cari di google soal rekam jejak gue. Tetapi kalau minta ketemuan untuk mengobrol ,  soal itinerary (rencana perjalanan) atau ngopi-ngopi gue enggak masalah,”  beber Kenny.



(FIT)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id