Museum Bank Indonesia, Jakarta (Foto:Shutterstock)
Museum Bank Indonesia, Jakarta (Foto:Shutterstock)

Berwisata sambil Mengenal Batik dan Ciri Khasnya di Setiap Daerah

Rona berita kemenparekraf
Gervin Nathaniel Purba • 02 Oktober 2020 18:01
 
Jakarta: Batik merupakan salah satu ragam budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Meskipun sudah dikenal hingga ke seluruh dunia, sebenarnya masih banyak informasi mengenai batik yang belum diketahui.
 
Secara etimologi, batik dapat diartikan sebagai kain yang digambari titik-titik berpola. Namun, makna dari batik bukan sekadar kain berpola.
 
Banyak para pakar batik dalam berbagai buku yang menyatakan bahwa batik merupakan sebuah karya seni yang digambarkan dalam selembar kain dan diproses dengan malam (lilin khusus) sebagai perintang warna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui perbedaan dan ciri khas batik dari setiap daerah pembuatannya. Padahal, ada banyak sekali nilai-nilai budaya yang khas yang tersirat pada tiap goresan motif dan instrumennya.
 
Sehubungan dengan peringatan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober, yuk gunakan batik untuk membuat lebih banyak orang membanggakan dan mempromosikan #BatikItuAsyik dan pelajari lebih jauh mengenai batik melalui rangkuman jenis-jenis batik yang populer berdasarkan daerahnya.
 
Selain dari jenisnya, kami juga telah merangkum ciri khas serta di mana wisatawan dapat mempelajari batik lebih jauh lagi saat berkunjung apabila pandemi telah selesai.
 

1. Batik Yogyakarta dan Solo
 
Berwisata sambil Mengenal Batik dan Ciri Khasnya di Setiap Daerah
Batik Solo (Foto:Canva.com)
 
Banyak sekali ditemukan Kampung Batik yang menyediakan paket wisata untuk ikut membuat gambar batik sendiri. Sebagai dua destinasi wisata paling populer untuk mengeksplorasi karya seni batik, sebenarnya ada beberapa perbedaan antara kain Batik Yogyakarta dan Kain Batik Solo.
 
Kain Batik Yogyakarta memiliki motif-motif yang lebih tegas dan terkesan gagah bagi penggunanya, karena berfokus pada motif-motif yang adiluhung atau bernilai tinggi. 
 
Berbeda dengan kain batik Solo yang memiliki motif-motif lebih kecil dan tipis, berfokus pada adipeni atau keindahan.
 
Kedua motif batik ini biasanya masih mengikuti pakem dari masing-masing Keraton. Contohnya, batik motif parang Solo memiliki motif dari kiri atas ke kanan bawah. Sedangkan, batik motif parang Yogyakarta memiliki motif dari kanan atas ke kiri bawah.
 
Karena sifatnya yang masih mengikuti pakem Keraton tersebut, kain batik dari Yogyakarta dan Solo biasanya sering digunakan pada acara-acara formal dan terkesan lebih tradisional dibandingkan batik dari daerah lainnya yang mengambil inspirasi dari kondisi alam di sekitarnya.
 
Wisatawan yang hendak mempelajari langsung mengenai batik Yogyakarta maupun batik Solo setelah pandemi selesai dapat berkunjung ke beberapa kampung batik maupun lokasi wisata, seperti Kampung Batik Kauman di Solo dan Sentra Batik Giriloyo di Yogyakarta.
 
Ada juga museum dan bangunan yang memiliki koleksi batik khas, seperti Keraton Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu, dan Museum Keraton Solo.
 

2. Batik Pesisir

Berwisata sambil Mengenal Batik dan Ciri Khasnya di Setiap Daerah
Batik Pesisir (Foto:Canva.com)
 
Menurut buku koleksi batik milik Hartono Sumarsono yang berjudul Batik Pesisir An Indonesian Heritage, batik pesisir merupakan istilah untuk batik yang diproduksi di area selain Yogya dan Solo. 
 
Didominasi produsen batik di daerah pesisir utara Jawa, seperti Pekalongan, Batang, Lasem, Kudus, Cirebon, Indramayu, Sidoarjo, Garut, hingga Madura.
 
Biasanya, kain motif batik ini lebih diminati untuk dibuat sebagai ragam produk fesyen modern karena warnanya yang cerah dan beragam. Yang membuat batik pesisir unik adalah fakta bahwa beberapa daerah pun sebenarnya menggunakan pewarna natural untuk proses pewarnaan kainnya.
 
Sebagai contoh, di Pekalongan telah digunakan berbagai pewarna alami seperti tanaman perdu dan secang untuk menghasilkan warna biru dan merah.
 
Selain karena warnanya yang beragam, batik pesisir biasanya juga memiliki motif yang beragam dan unik karena motifnya terinspirasi dari alam dan kondisi sekitar area pembuatannya. 
 
Untuk mempelajari dan praktik langsung membuat batik, wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Museum Batik Pekalongan, Batik Oey Soe Tjoen di Pekalongan, Kampung Batik Trusmi di Cirebon, hingga Kampung Batik Palbatu di Jakarta.
 
Uniknya, di beberapa lokasi tersebut tersedia juga paket batik lukisan. Di sana wisatawan dapat mencoba membatik dan mewarnai batik yang telah mereka buat layaknya lukisan. Memang #BatikItuAsyik kalau Anda tahu di mana bisa menikmatinya, bukan?
 

3. Batik di Luar Pulau Jawa

Berwisata sambil Mengenal Batik dan Ciri Khasnya di Setiap Daerah
Batik Papua (Foto:Canva.com)
 
Selain di Pulau Jawa, ragam hias batik juga dapat ditemukan di Daerah lain seperti Pulau Kalimantan, Sumatera, hingga Papua. Masing-masing jenis batik tersebut memiliki ciri khas sendiri. 
 
Sebagai contoh, kain basurek yang merupakan ragam hias batik dari Pulau Sumatera yang dibuat oleh para santri. Meskipun belum sepopuer di Pulau Jawa, karya-karya batik tersebut bisa ditemukan di museum dan pasar tradisional setempat.
 
Bagi wisatawan yang ingin berlibur setelah pandemi dan membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai destinasi wisata batik di Indonesia, silakan kunjungi website #BatikItuAsyik dan cari tahu lebih lanjut mengenai Kampung Batik maupun Museum Batik di Indonesia.

 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif