Resep Kaliurang dalam buku Rara Sekar, “Buku Resep Kaliurang”. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
Resep Kaliurang dalam buku Rara Sekar, “Buku Resep Kaliurang”. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

Resep Kaliurang dalam Buku Rara Sekar

Rona wisata gaya
Arthurio Oktavianus Arthadiputra • 30 Oktober 2019 15:15
Yogyakarta: Kuliner tidak hanya tentang suguhan makanan nan nikmat dari olahan tangan-tangan terampil, tetapi juga tentang kenangan akan tempat kuliner tersebut berada dan orang-orang yang memasaknya.
 
Itu yang coba diungkap Rara Sekar melalui bukunya dalam pameran seni 900 mdpl: Hantu-hantu Seribu Percakapan.
 
Satu buku dengan seutas rantai sebagai pengikat, tergeletak di atas meja hijau muda, di sisi kiri bangunan dari arah pintu masuk, dalam rumah makan bernama Warung Podjok, Jalan Naga, Kaliurang, Yogyakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berjudul “Buku Resep Kaliurang”, buku dengan cover dominan warna hijau menjadi ‘penutur’ kepada pengunjung untuk menikmati pameran seni 900 mdpl.
 
Karena, kisah-kisah kuliner yang pernah ada di Kaliurang, tersimpan rapi dalam buku itu, berupa untaian kata dan foto-foto.
 
Meski mengisahkan tentang kuliner Kaliurang lewat sebuah buku hasil penelitian selama dua minggu, musisi yang meraih gelar Master Cultural Anthropology dari Victoria University of Wellington, New Zealand, mampu menyuguhkan kisah kuliner yang nikmat dan renyah untuk dibaca.
 
Resep Kaliurang dalam Buku Rara Sekar
(“Buku Resep Kaliurang” tergeletak di atas meja hijau muda, di sisi kiri bangunan dari arah pintu masuk, dalam rumah makan bernama Warung Podjok, Jalan Naga, Kaliurang, Yogyakarta. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
 
Sebut saja bagaimana personil Banda Neira ini berkisah tentang gudeg dan juru masak legendaris di tahun 80-an dari restoran Sedyo Rahayu, Bu Jin, yang ceritanya diperoleh dari Mbak Dini, keponakan sang maestro yang menerima warisan keahlian memasak.
 
Gudeg Bu Jin memiliki rasa berbeda dengan gudeg kebanyakan dan masih terekam dengan baik dalam ingatan pecinta kuliner Kaliurang. Sangat gurih, tidak manis.
 
Diceritakan pula proses pembuatan gudeg Bu Jin. Dimasak di atas tungku, dengan panci yang diisi batok kelapa, kemudian dimasukkan nangka muda dan bumbu-bumbu racikan Bu Jin. Waktu memasak gudeg bisa sampai tiga hari.
 
Selain resep makanan dan kisah juru masak yang dibagikan oleh seniman asal Bogor yang juga seorang fotografer itu, ada juga resep minuman yang pernah ‘merajai’ dunia kuliner Kaliurang. Seperti Teh Nasgitel dan STMJ (Susu Telur Madu Jahe).

'Menyihir' lidah

Lezat, nikmat dan digemari banyak orang. Kekuatan itu yang menjadi kunci juru masak dan peracik minuman enak sebagai legenda yang tak bisa dilupakan. Dengan menu sederhana yang diolah tangan, masakan juru masak mampu menyihir lidah penikmatnya.
 
Kekuatan ‘sihir’ makanan para juru masak yang melegenda itu dituturkan Rara Sekar dalam catatan pengantar kepada pengunjung, melalui kisah menakjubkan tentang keampuhan makanan memikat penggemarnya.
 
Seperti kisah Mbah Joyo, juru masak perempuan di tahun 20-an, yang menjadi kesayangan seorang juragan rumah dan tanah di Kaliurang, Kanjeng Gusti.
 
Resep Kaliurang dalam Buku Rara Sekar
(Kuliner tidak hanya tentang suguhan makanan nan nikmat dari olahan tangan-tangan terampil, tetapi juga tentang kenangan akan tempat kuliner. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
 
Keahlian Mbah Joyo mengolah makanan yang digemari Kanjeng Gusti, berbuah hibahan tanah untuk mendirikan tempat usaha.
 
Selain itu, Mbah Joyo juga dijodohkan dengan seorang juru masak keraton yang jago meramu ayam ingkung, ayam kampung bakar yang dibuat dengan resep spesial serupa dengan bumbu opor.
 
Kisah menarik lainnya adalah warung makan menu rumahan nan lezat, hingga para siswa tentara miskin rela menggadaikan apa pun yang mereka punya, seperti topi, ikat pinggang, sepatu dan pin. Barang-barang tersebut akan ditebus kembali setiap awal bulan.

Siapa mengingat apa?

Pertanyaan itu dituliskan Rara Sekar dalam kata pengantar “Buku Resep Kaliurang” : mencatat makanan, percakapan dan kehidupan. Seakan mewakili pertanyaan bagi para pengunjung yang mencari jawabannya dengan menjelajahi pameran 900 mdpl.
 
Bertemakan kuliner yang pernah mengisi lembar cerita di Kaliurang, pelantun lagu Sampai Jadi Debu, mencoba menggali kejayaan kuliner di Kaliurang yang dikumpulkan melalui ingatan-ingatan para pemburu kulinernya. Mengingat apa makanan paling digemari di Kaliurang dan siapa juru masak makanan tersebut.
 
Bagi Rara Sekar, kisah tentang makanan selalu diceritakan dengan gembira dalam suasana nostalgia, gerbang untuk memahami manusia dan hal-hal yang memanusiakannya.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif