Barista 25 tahun ini menyarankan, untuk memilih kopi yang masih berbentuk biji atau bean. Saat meracik, jangan lupa perhatikan temperatur.
"Temperaturnya diusahakan antara 90,5 hingga 96 derajat Celcius. Rasio air dan kopi juga harus diperhatikan. Termasuk metode seduhnya," kata Aga yang belajar menjadi barista sejak 2009 ini.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Meski demikian, pemilik Smith Coffee, kedai kopi di Jalan Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan ini menilai, tak ada parameter untuk menyebut sebuah kopi, enak.
"Tidak ada yang salah dalam membuat kopi. Enak tidaknya itu selera masing-masing. Tapi sebaiknya gunakan kopi yang baru dipanggang, dan kopinya tersimpan dalam bentuk bean," imbuhnya.
Aga yang menyukai kopi Arabica ini kemudian bercerita tentang pengalamannya overdosis kopi. Juara ketiga kompetisi Barista se-Asean ini minum kopi lebih dari lima kali saat mengikuti kompetisi.
"Sebelum kompetisi saya terus coba kopi, hingga akhirnya overdosis. Untuk kopi yang enak, terus coba saja, terus rasakan. Tidak bahaya, kecuali dicampur dengan sianida," ujarnya berkelakar.
Ketahui tips menarik lain seputar kopi dalam acara Viva Barista, setiap Sabtu, Pukul 15.30 di Metro TV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
