Pada umumnya, studi-studi mengenai suplemen biasanya digunakan untuk menjaga kondisi tubuh pada pasien sehat. (Ilustrasi/Pexels)
Pada umumnya, studi-studi mengenai suplemen biasanya digunakan untuk menjaga kondisi tubuh pada pasien sehat. (Ilustrasi/Pexels)

Apakah Suplemen atau Vitamin Memiliki Efek Samping pada Tubuh?

Rona vitamin
Raka Lestari • 19 September 2020 09:05
Jakarta: Mengonsumsi suplemen atau vitamin, terutama pada masa pandemi seperti ini sangat penting untuk memperkuat daya tahan tubuh. Dan memang, daya tahan tubuh yang kuat bisa sangat bermanfaat dalam mencegah tubuh dari berbagai penyakit.
 
Akan tetapi, Anda mungkin pernah bertanya-tanya apakah mengonsumsi suplemen atau vitamin dapat memiliki efek samping pada tubuh?
 
“Jadi kalau untuk sejenis vitamin atau suplemen sebetulnya fungsinya kan bukan untuk terapi ya, tetapi untuk menjaga kondisi tubuh,” ujar dr. Jarir  At  Thobari, D.  Pharm., PhD, Ketua International   Society  of  Pharmacovigilance  (ISoP) Indonesia, dalam acara Webinar Patient Safety Day, Kamis, 17 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menambahkan, perlu riset terlebih dahulu untuk membuktikan suplemen bisa mencegah suatu penyakit. "Dan tentunya hal itu bukanlah hal yang mudah. Sama seperti vaksin, ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar bisa dianggap bisa mencegah suatu penyakit,” ujar dr. Jarir. 
 
Pada umumnya, studi-studi mengenai suplemen biasanya digunakan untuk menjaga kondisi tubuh pada pasien sehat. "Kalau konsumsi nutrisi sudah dipenuhi dengan baik, maka tambahan suplemen tidak diperlukan karena sudah ada keseimbangan di dalam tubuh itu sendiri,” jelas dr. Jarir. 
 
Menurut dr. Jarir, dengan mengonsumsi tambahan suplemen memang akan tetap ada efek samping, karena bisa mengandung bahan kimia. “Terkadang di dalam suplemen itu bukan cuma vitamin saja, tetapi ada juga formula lain. Misalnya agar obat tidak cepat expored,” ujarnya. 
 
“Itu kan komposisi obatnya tentu sudah ditambah dengan beberapa zat lain. Ada juga laporan yang menyebutkan pada orang yang mengonsumsi multivitamin, mengalami konstipasi atau gangguan BAB, diare, rasa nyeri pada lambung,” ujar dr. Jarir. 
 
Selain gangguan tersebut, beberapa orang juga menurut dr. Jarir mungkin mengalami adanya reaksi alergi. “Akan tetapi ini bukan karena vitaminnya, melainkan karena bahan aktif lain yang ada dalam suplemen atau vitamin tersebut. Dan jika mengalami gangguan seperti ini sebaiknya harus segera dihentikan konsumsi suplemen atau multivitaminnya,” tutup dr. Jarir.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif