dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp. P(K), (Raka Lestari/Medcom.id)
dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp. P(K), (Raka Lestari/Medcom.id)

Mengapa Anak Muda Menderita Kanker Paru?

Rona kanker paru
Raka Lestari • 11 Februari 2020 16:02
Jakarta: Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang cukup mematikan dan peningkatannya cukup tinggi dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebutkan bahwa angka kunjungan pasien kanker paru pada pusat rujukan respirasi nasional meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan 15 tahun lalu.
 
Saat ini, pasien kanker paru juga sudah cukup banyak yang berusia muda. “Sekarang usia muda sudah ada yang terkena kanker paru. Pasien paling muda yang pernah saya temui berusia 14 tahun, meskipun memang sangat sedikit kasusnya,” ujar dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp. P(K),
 
Ketua Pokja Kanker Paru PPDI, dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru, di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dr. Elisna, salah satu penyebab yang mungkin menjadi penyebabnya adalah third hand smoker. Dimana para orang tua yang merokok, kemudian asap dari rokok yang menempel tersebut dihirup oleh anggota keluarganya bahkan mungkin anak-anaknya.
 
Asap rokok yang tertinggal itulah yang jika dihirup terus menerus dapat menyebabkan kanker paru-paru.
 
“Kalau zaman dulu kan mesti dewasa dulu, kerja dulu baru jadi perokok. Misalnya pada umur 20 tahun merokok, sekitar 20 tahun kemudian atau pada saat usia 40 tahun baru kanker muncul. Pada third hand smoker kan mungkin ada yang sejak bayi sudah terpapar, itulah kenapa sekarang pada usia muda sudah terkena kanker paru,” jelas dr. Elisna.
 
Namun, dr.Elisna menegaskan bahwa bukan berarti third hand smoker memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker paru. “Kami belum bisa menilai karena memang belum banyak kasusnya. Third hand smoker itu menjawab hipotesis kenapa semakin banyak orang muda yang terkena kanker paru.
 
“Usaha yang paling penting adalah pengendalian faktor risiko yang perlu ditingkatkan secara massif agar jumlah kasus baru beberapa tahun ke depan. Dan tentu untuk pasien perlu mendapatkan pengobatan segera,” tambah dr. Elisna.
 
Beberapa cara untuk menangani pasien kanker paru diantaranya adalah melalui operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi target dan imunoterapi.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif