Judith Owens, M.D., direktur dari the Center for Pediatric Sleep Disorders di Boston Children’s Hospital, Amerika memberikan keterangannya.
1. Terlalu banyak menggendong
Semua orangtua ingin selalu berdekatan dengan si kecil bahkan saat ia tidur, Anda dan pasangan ikut di sebelahnya entah ingin menemaninya atau mengaguminya. Termasuk saat Anda terlalu banyak menggendongnya-saat bayi Anda tidur dan terbangun. "Hasilnya bayi belajar tidur dengan bantuan Anda, tentu dengan gendongan Anda. Dan saat ia terbangun di malam hari dia sulit untuk bisa tidur lagi sendirian," ucap Owens.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Saat ia menangis di minggu-minggu pertama bayi, cobalah untuk meletakkannya di tempat tidurnya. Menginjak usia 3 bulan, letakkan di tempat tidur kecuali saat ia sedang terbangun. Walaupun ia akan menangis sedikit, bayi perlahan akan belajar bagaimana mengatasinya sendiri.
(Baca juga: Manfaat ASI Bagi Kehidupan Bayi Prematur)
2 Hindari tidur siang saat suasana sibuk
Sebanyak mungkin bayi Anda tidur di tempat tidurnya. "Jika ia sering tidur di stroller atau car seat, ia akan terbiasa mengasosiasikan bahwa tidur siangnya adalah di atas car seat atau stroller, dan merupakan hal yang berat untuknya mengantuk tanpa benda-benda tersebut.
3. Susui si kecil di ruangan berbeda
Angela Mattke, M.D., dokter anak di the Mayo Clinic Children’s Center, di Rochester, Minnesota, Amerika mengatakan bahwa kenyangkan dulu si kecil sebelum ia tertidur. Ini untuk menghindari ia terbangun-bangun saat tidur di malam hari. Menyusuinya di ruang yang berbeda juga penting karena ia tidak terasosiasikan antara makan (minum ASI) dengan kegiatan tidurnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
