Banyak anggapan yang mengatakan bahwa beberapa orang lebih rentan mengalami memar dibanding yang lain. Benarkah demikian?
Memar terbentuk satu atau dua hari setelah cedera. Memar adalah hasil dari kapiler di jaringan kita yang mengeluarkan darah dan menyebabkan perubahan warna kebiruan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dr. Roger Henderson menjelaskan, kapanpun ada kerusakan pada pembuluh darah, jalur pembekuan yang rumit akan bergerak dan darah mengalir ke jaringan sekitarnya. Jika darah yang lolos ini terkandung di dalam jaringan tubuh langsung di bawah kulit, maka ini dapat membuat memar.
Semakin besar pembuluh darah yang rusak, semakin besar kehilangan darahnya dan akan semakin besar memarnya. Biasanya, saat tubuh menyerap darah tua di jaringan, warna memar berubah dari hijau menjadi kuning selama dua sampai tiga minggu hingga benar-benar memudar.
Faktor usia dan jenis kelamin dapat mempengaruhi memar. Misalnya, seiring bertambahnya usia, pembuluh darah, kulit dan jaringan di bawahnya tidak kuat untuk menahan benjolan yang sebelumnya tidak berbahaya. Karenanya, lansia menjadi lebih rentan terhadap memar dan berukuran lebih besar.
Ada juga yang menunjukkan bahwa memar dapat lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria. Ini mungkin disebabkan oleh kulit wanita yang lebih tipis dan kemungkinan berkaitan dengan persentase lemak tubuh yang lebih tinggi serta bagaimana hormon estrogen mempengaruhi dinding pembuluh darah.
Selain faktor usia dan jenis kelamin, obat bisa jadi penyebab kulit mudah memar. Salah satunya adalah steroid yang digunakan untuk mengatasi asma hingga rheumatoid arthritis. Obat ini menyebabkan kulit Anda menipis dan sedikit memberi perlindungan yang sedikit.
Memar mungkin sangat wajar terjadi ketika Anda cedera. Namun, jika Anda mendapati memar dalam jumlah banyak dan tanpa penjelasan yang jelas, bisa jadi ada masalah serius dalam tubuh Anda. Terkadang, memar yang parah dan muncul tanpa disadari bisa menjadi pertanda leukimia atau kelainan darah serius lainnya. Kondisi ini dapat diketahui dengan melakukan tes darah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
