Kendala Warga Perkotaan Memberikan ASI (Foto: gettyimages)
Kendala Warga Perkotaan Memberikan ASI (Foto: gettyimages)

Kendala Warga Perkotaan Memberikan ASI

Rona ibu dan anak
Sri Yanti Nainggolan • 06 Agustus 2016 17:49
medcom.id, Jakarta: Kebanyakan masyarakat urban tidak memberikan ASI secara maksimal pada bayi mereka. Mengapa demikian?
 
"Kebanyakan dari mereka menggunakan alasan bekerja atau karena ASI tidak keluar banyak sehingga berhenti meneruskan (memberi ASI)," ungkap Dr. Purnamawati, Sp.A(K), MMPed dalam seminar Breastfeeding Is A Relationship di kantor Kementrian Kesehatan, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).
 
Banyaknya tekanan yang dialami ibu di perkotaan juga menjadi salah satu kendala dalam upaya menyusui anaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pada umumnya kesulitan menyusui berpangkal pada kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga serta masih relatif sulit untuk mendapatkan bantuan menyusui dari profesional yang kompeten.
 
Masalah lain yang juga menjadi 'label' bagi para ibu adalah memiliki bayi yang montok atau gemuk adalah baik. Padahal, belum tentu itu adalah gemuk yang sehat.
 
"Anak kegemukan sama saja dengan anak kurang gizi, lebih baik ukuran yang normal tapi tetap bertumbuh," ujar pengagas Milis Sehat dan pendiri Yayasan Orangtua Peduli tersebut.
 
Wanita yang biasa disapa Bunda Wati tersebut juga mengungkapkan bahwa hanya di Indonesia saja yang berpikir ada satu jenis tanaman yang bisa memperlancar ASI.
 
"Padahal kan enggak, ada makanan lain juga. Lancarnya ASI juga tergantung berbagai faktor," tutupnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ELG)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif