(Foto: Medical Express)
(Foto: Medical Express)

Tujuh Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

Rona kehamilan
Torie Natalova • 30 September 2018 10:00
Jakarta: Anda yang pernah mengalami keguguran pasti ingin mengetahui apa saja penyebabnya dan bagaimana mencegahnya agar tidak terjadi lagi. Menurut Profesor klinis kebidanan dan ginekologi Harvard Medical, Henry Lerner, mayoritas waktu keguguran adalah peristiwa acak, terisolasi, sehingga banyak dokter tidak mengetahui penyebabnya.
 
Wanita yang mengalami keguguran sebanyak dua hingga tiga kali atau disebut keguguran berulang, dapat mengetahui bahwa mereka memiliki masalah medis yang menyebabkan kehamilan mereka berakhir secara spontan.
 
Berikut adalah beberapa penyebab paling umum dari kegugulan tunggal dan berulang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Kelainan kromosom
 
Percampuran kromosom yang tidak sesuai menyebabkan setidaknya 60 persen dari keguguran. Kromosom merupakan struktur kecil di setiap sel yang membawa gen. Jika embrio yang dihasilkan memiliki kelainan kromosom, biasanya akan sebabkan keguguran.
 
2. Rahim abnormal dann serviks yang lemah
 
Bentuk rahim yang tidak normal juga bisa sebabkan keguguran. Ini karena embrio tidak dapat berimplantasi atau setelah implan, embrio tidak dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Serviks yang lemah juga bisa jadi penyebab lain keguguran. Ini karena menjelang kelahiran, serviks mulai membengkak.
 
3. Gangguan imun
 
Saat tubuh wanita memandang sperma sebagai objek asing, maka kehamilan bisa menjadi hal yang sulit terjadi. Ini disebut antiphospholipid antibodies, dimana antibodi menyerang jaringan miliknya sendiri termasuk embrio. Kondisi in yang dapat sebabkan keguguran.
 
4. Penyakit tiroid dan diabetes yang tidak terkontrol
 
Masalah tiroid dan diabetes yang tidak terkontrol dapat menyulitkan embrio untuk bertahan hidup karena kondisi rahim menjadi tidak nyaman.
 
5. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
 
Wanita dengan PCOS sangat mungkin mengalami keguguran berulang karena mereka memiliki kadar hormon testosteron terlalu tinggi sehingga membuat ovulasi dan haid yang tidak teratur. PCOS juga dapat menyebabkan resisten insulin pada wanita yang tidak mengidap diabetes sehingga ini mencegah lapisan endometrium luruh dengan benar.
 
6. Infeksi bakteri
 
Meskipun banyak bakteri baik bermanfaat dalam saluran reproduksi wanita, tapi bakteri tertentu dapat sebabkan masalah termasuk risiko keguguran. Bakteri seperti mycoplasma hominis dan ureaplasma urealyticium yang menginfeksi wanita dapat menggelembungkan endometrium atau lapisan rahim sehingga tidak memungkinkan embrio berkembang.
 
7. Gaya hidup buruk
 
Gaya hidup seperti merokok, alkohol, narkoba dan racun lingkungan. Nikotin dapat melintasi plasenta dan mengganggu suplai darah dan pertumbuhan janin. Begitupun dengan minuman alkohol.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif