Dilansir dari Thehealthsite.com, menurut ahli kulit dr Sejal Shah, mereka yang masih berusia belia dan membersihkan wajah dengan benar setiap hari tak membutuhkan perawatan satu ini.
Namun, bila ingin lebih maksimal, penentuan jarak facial bergantung pada usia. Misalnya, Anda yang berusia 18-22 tahun sebaiknya facial setiap 8-10 minggu sekali.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Seiring bertambahnya usia, terutama ketika menginjak 30 tahun, facial tiap bulan adalah penting.
Sementara, melakukan facial 2-3 minggu sekali adalah berlebihan dan dapat menyebabkan masalah kulit seperti berikut.

(Menurut ahli kulit dr Sejal Shah, mereka yang masih berusia belia dan membersihkan wajah dengan benar setiap hari tak membutuhkan perawatan facial ini. Foto: Alexandru Zdrob?u/Unsplash.com)
(Baca juga: Facial Wajah dari Bahan Alami)
1. Kemerahan dan jerawat
Efek samping yang paling umum dari terlalu sering facial adalah kemerahan dan kulit berjerawat yang merupakan hasil tekanan dari pengelupasan dan ekstraksi.
2. Jaringan parut dan infeksi
Dua hal ini adalah risiko dari perusakan lapisan luar kulit wajah saat ahli kecantikan menggunakan alat atau jari mereka untuk menghilangkan kotoran dari pori-pori kulit Anda.
Petugas yang tidak terampil dapat merusak kulit Anda hingga membuatnya rentan terhadap infeksi. Dalam kasus ekstrem, juga bisa menyebabkan jaringan parut. Oleh karean itu, selalu pastikan petugas facial selalu memakai sarung tangan saat menyentuh kulit Anda.
3. Kulit kering
Perawatan facial berarti mengelupas permukaan kulit terluar dimana bila dilakukan secara rutin dapat menyebabkan kulit terasa kering dan gatal. Menggunakan pelembap yang ringan setelah perawatan dapat membantu mengurangi gangguan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
