Banyak orang tidak menyadari tindakan dan perkataannya ternyata hanya berpusat pada dirinya sendiri. (Foto: Pexels.com)
Banyak orang tidak menyadari tindakan dan perkataannya ternyata hanya berpusat pada dirinya sendiri. (Foto: Pexels.com)

5 Tanda Anda adalah Si Egois dalam Hubungan

Rona romansa psikologi
Kumara Anggita • 06 Oktober 2019 13:34
Jakarta: Terkadang menjadi egois bukanlah dilakukan dengan intensi. Banyak orang tidak menyadari tindakan dan perkataannya ternyata hanya berpusat pada dirinya sendiri.
 
Pikirkanlah sejenak, dan tanyakan apakah Anda pernah bertanya apa yang ingin dilakukan pasangan Anda selama akhir pekan? Atau apakah Anda melakukan hal-hal memerhatikan keinginan mereka? 
 
Ketika Anda berdua tidak setuju pada sesuatu, apakah Anda benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda atau apakah Anda mengendalikan pembicaraan?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila jawabannya ya, ada kemungkinan Anda sudah berperilaku tidak adil dalam hubungan yang sedang Anda jalani. Untuk mengetahui indikasi lainnya bahwa Anda adalah pasangan yang egois dalam hubungan, simak penjelasan menurut para ahli secara lebih lanjut yang dilansir dari Huffpost.

1. Anda ingin didengarkan namun tak ingin mendengarkan

Amy Begel, terapis pernikahan dan keluarga mengatakan bahwa ketika Anda tidak peduli dengan apa yang ingin disampaikan oleh pasangan, ini efeknya dapat melukai.
 
“Salah satu alasan terbaik untuk berada dalam hubungan yang dekat adalah bahwa kita memiliki seseorang untuk menceritakan masalah kita. Dia akan memihak kita ketika dunia terasa keras. Perasaan dipahami dan diterima adalah tentang kedekatan," ujarnya.
 
"Jika Anda langsung bosan, atau bertingkah seakan terpaksa ketika dia mulai memberi tahu Anda tentang hari buruk mereka, itu seperti membanting pintu emosional di wajah mereka. Bahkan jika pasangan Anda tidak memprotes, itu bisa membuat kesepian dalam suatu hubungan," lanjutnya.

2. Mendiamkan pasangan 

Diam adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan namun cara ini bisa membuat pasangan Anda frustasi.
 
“Anda memusatkan pada diri sendiri ketika tidak berusaha berkomunikasi saat Anda terluka atau marah pada pasangan Anda. Percakapan sulit sering muncul dalam hubungan romantis. Anda membuat pasangan Anda sangat tertekan ketika Anda menolak untuk berbicara,” ucap Marni Feuerman, ahli terapi pernikahan dan keluarga.
 
5 Tanda Anda adalah Si Egois dalam Hubungan
(Ketika Anda berdua tidak setuju pada sesuatu, apakah Anda benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda atau apakah Anda mengendalikan pembicaraan? Bila jawabannya ya, ada kemungkinan Anda sudah berperilaku tidak adil dalam hubungan yang sedang Anda jalani. Foto: Pexels.com)

3. Anda bersikeras 

Anda bisa bersikeras bahwa perspektif Anda adalah yang benar dalam segala hal. Merasa paling benar adalah tanda bahwa keegoisan Anda begitu besar. Hal seperti ini akan mengantarkan Anda pada gagalnya hubungan.
 
"Apa yang sebenarnya Anda katakan kepada pasangan Anda adalah bahwa Anda benar-benar hanya dalam hubungan ini untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri, dengan sedikit atau tanpa memertimbangan kebutuhan pasangan Anda. Jika itu masalahnya, Anda benar-benar bukan pasangan sama sekali," AryGary Brown, ahli terapi pernikahan dan keluarga.

4. Menuduh pasangan Anda sebagai orang yang egois

Ketika kepentingan Anda tidak terpenuhi, ini akan membuat Anda kesal dan akhirnya menyalahkan pasangan Anda. Anda perlu evaluasi ketika bilang orang egois, apakah dia sepenuhnya egois atau justru Anda yang egois.
 
"Kita hampir tidak bisa menolerir kualitas di orang lain yang tidak kita sukai tentang diri kita sendiri. Sering kali yang kami maksudkan ketika menuduh pasangan egois adalah bahwa mereka tidak memenuhi preferensi egois kami," ucap Steven Stosny, psikolog.

5. Mengancam

Ketika tidak mendapatkan yang Anda mau, Anda mengancam untuk mengakhiri hubungan. Perlu diingat bahwa tidak dalam setiap kesempatan, keinginan atau bahkan kebutuhan Anda bisa terpenuhi seutuhnya. Namun mungkin, Anda tidak bisa mengontrol dorongan itu dan alhasil mengancam pasangan agar sejalan dengan Anda.
 
“Bahkan dalam hubungan terbaik, tidak ada dari kita yang selalu mendapatkan apa yang kita butuhkan. Jika Anda menghabiskan waktu Anda dengan mengancam akan meninggalkan pasangan Anda, bagaimana mereka bisa tumbuh untuk percaya bahwa hubungan ini tidak selalu tentang Anda dan kebutuhan Anda?"
 
Gary Brown, ahli terapi pernikahan dan keluarga mengatakan seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya akan menjadi cukup dewasa dan memiliki kesadaran diri yang cukup untuk mengetahui bahwa sangat menyakitkan untuk mengancam meninggalkan seseorang yang kita cintai hanya karena kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.
 

 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif