Jakarta: Jangan abaikan jika tenggorokan kaku dan kencang sehingga membuat Anda tidak dapat menelan makanan. Kendati sebagian besar tidak serius, rasa sesak pada tenggorokan mengisyaratkan ada sesuatu yang salah pada tubuh.
Apabila tidak segera hilang, bicarakan dengan dokter. Kaku dan sesak pada tenggorokan biasanya akibat beberapa gangguan penyakit, seperti dimuat dalam WebMD:
-Mulas
Mulas adalah masalah umum penyebab sesak di tenggorokan. Tenggorokan Anda bisa terasa sakit atau terbakar, atau Anda kesulitan menelan. Kondisi ini terjadi jika asam lambung naik ke kerongkongan dan merambat ke tenggorokan. Jika sering terjadi, itu mungkin tanda refluks gastroesofageal, atau GERD.Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Mulas biasanya terasa setelah makan atau berbaring setelah makan. Sejumlah makanan dan minuman yang memicu termasuk tomat, makanan pedas atau berlemak, alkohol, atau makanan dengan banyak asam, seperti jeruk. Stres, merokok, dan obesitas membuat Anda lebih mudah mendapatkannya.
Gejala lain yang mungkin menyertai mual adalah nyeri setelah makan, pahit atau asin di mulit, perasaan seperti makanan tersangkut di tenggorokan atau dada.
Agar tidak terjadi, hindari makanan pemicu. Berhentilah makan setidaknya tiga jam sebelum tidur. Tidur dengan kepala lebih tinggi agar asam lambung tetap di tempatnya saat Anda tidur. Jika antasid tidak membantu dan serangan lebih sering, kunjungi dokter.
-Reaksi alergi
Anafilaksis adalah reaksi alergi kuat terhadap sesuatu, dapat berupa makanan, obat, atau sengatan serangga. Anafilaksis bisa membuat tenggorokan mengencang tiba-tiba, dan menyulitkan menelan. Reaksi terjadi beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar alergen.Beberapa gejala lain tekanan darah rendah, sulit bernafas, pusing atau pingsan, mulut, mata, atau tenggorokan gatal, gatal-gatal atau ruam, kulit pucat atau kebiruan, sakit perut atau muntah. Jika mengalami gejala-gejala tersebut segera cari pertolongan medis.
-Radang amandel
Jika memiliki amandel, Anda bisa terkena tonsilitis. Ini terjadi saat amandel meradang karena infeksi virus atau bakteri.Tonsilitis membuat amandel membengkak dan sakit sehingga Anda kesulitan menelan. Kelenjar getah bening di tenggorokan dan leher Anda juga bisa membengkak. Gejalanya juga disertai demam, suara serak, bercak putih atau kekuningan di belakang tenggorokan, sakit kepala dan bau mulut.
Jika disebabkan oleh infeksi virus, obati dengan istirahat, cairan hangat, obat penenang tenggorokan, dan obat kumur dengan air asin untuk meredakan sakit dan sesak tenggorokan. Ibuprofen atau acetaminophen dapat meredakan demam dan nyeri. Jika infeksi bakteri adalah penyebabnya, dokter Anda dapat meresepkan antibiotik. Operasi diperlukan jika amandel sering membengkak dan mengganggu.
-Gondok
Gondok adalah ketika tiroid membengkak. Ketika semakin besar, kelenjar berbentuk kupu-kupu ini bisa membuat tenggorokan terasa kencang dan tertutup.Gondok dapat terjadi jika kurang asupan yodium dalam diet. Mineral penting bagi produksi hormon tiroid. Selain dalam garam meja, yodium juga ada di dalam makanan laut, rumput laut, produk susu seperti yogurt atau susu, dan biji-bijian.
Gondok terjadi jika kadar hormon tiroid terlalu rendah atau terlalu tinggi. Penyakit Graves adalah ketika tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon. Penyakit Hashimoto adalah ketika tiroid membuat terlalu sedikit hormon. Kanker tiroid juga dapat menyebabkan pembengkakan dan sesak tenggorokan.
Gejala-gejala lain sesak tenggorokan antara lain benjolan di leher, masalah menelan, kesulitan bernafas, batuk, suara serak, dan gatal.
Tes darah dipakai mengukur kadar hormon tiroid atau melihat adanya antibodi yang menunjukkan penyakit tiroid. Cara lainnya dengan USG atau biopsi. Perawatan gondok tergantung pada penyebabnya. Agar cukup asupan yodium, gunakan garam meja beryodium dan makan ikan segar.
Hobi Kuliner? Gak Perlu Takut Kolesterol
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
