Ilustrasi pasta (Foto: Communitytable.parade.com)
Ilustrasi pasta (Foto: Communitytable.parade.com)

Pasta Aman Dikonsumsi Saat Diet

Rona
Dwi Ayu Rochani • 06 Juli 2016 10:47

medcom.id, Jakarta: Sajian pasta kerap dijauhkan oleh orang yang sedang menjalani program diet karena dianggap mampu mendongkrak berat badan. Sebuah penelitian terbaru nampaknya mematahkan anggapan itu.

Pasta menjadi bagian dari pola diet Mediterania dan dianggap mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan kolestrol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) kolestrol.

Secara umum, siapapun yang sedang diet tentu menghindari pasta karena kandungan karbohidrat yang tinggi. Satu porsi spaghetti contohnya, memiliki sekitar 220 kalori.

Namun penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition dan Diabetes, menemukan fakta bahwa pasta aman dikonsumsi bagi mereka yang berdiet.

Penelitian yang dilakukan di Departemen Epidemiologi, I.R.C.C.S. Neuromed di Pozzilli, Italia, mengambil data dari dua studi epidemiologi besar untuk menguji hubungan antara konsumsi pasta dan parameter berat tertentu.

Data dari 23.000 orang berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini. Para peserta berasal dari Moli-sani dan INHES (Italia Nutrition & Health Survey).

Penelitian ini dimulai lebih dari 10 tahun yang lalu dan melibatkan 25.000 warga yang tinggal di wilayah Molise Italia. Tujuannya adalah untuk menguji peran faktor genetik dan lingkungan terhadap kesehatan, terutama dalam hal kanker dan kardiovaskular dan penyakit degeneratif.

Kemudian, peneliti mengukur lingkar pinggang dan hubungan dari konsumsi pasta para sukarelawan. Penelitian dilakukan dengan berbagai cara dan metode, termasuk mengontrol sukarelawan lewat telepon.

Adapun hasil, mereka mungkin datang sebagai kejutan bagi banyak orang.

"Dengan menganalisis data antropometrik dari para peserta dan kebiasaan makan mereka, kita telah melihat bahwa konsumsi pasta, bertentangan dengan apa yang banyak orang pikirkan, tidak terkait dengan peningkatan berat badan, melainkan sebaliknya,"

"Data kami menunjukkan bahwa menikmati pasta sesuai dengan kebutuhan individu memberikan kontribusi pada indeks massa tubuh yang sehat (BMI), lingkar pinggang yang lebih rendah, dan rasio pinggang-pinggul yang lebih baik," kata George Pounis, pemimpin penelitian

Meskipun pasta sering dijauhi ketika memulai diet Mediterania, ini tidak perlu lagi menjadi kasus. Licia Lacoviello, kepala Laboratorium Molekuler dan Gizi Epidemiologi di Neuromed Institute, berbicara dengan penuh percaya diri tentang penemuan baru ini.
 
(ASA)


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERKAIT
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif