Kram perut terjadi salah satunya karena alergi makanan. (Foto: Pexels)
Kram perut terjadi salah satunya karena alergi makanan. (Foto: Pexels)

4 Penyebab Kram Perut

Rona tips kesehatan
Anda Nurlaila • 07 Agustus 2019 12:37
Sebagian kram perut ada yang serius dan bisa disebabkan di antaranya karena keracunan makanan. Biasanya keracunan makanan lebih rentan terjadi pada lanjut usia, anak di bawah 5 tahun, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuhnya lemah.
 
Jakarta: Rasa kencang di otot perut yang terjadi tiba-tiba, dan tak terkendali merupakan tanda-tanda mengalami kram perut. Meski sebagian besar kram perut tidak serius, ada beberapa sakit perut pertanda masalah medis.
 
Pertanda masalah medis yang serius jika kram sering terjadi, parah dan lebih dari satu hari. Berikut adalah beberapa penyebab umum kram perut, seperti diwartkan dalam WebMD:

1. Keracunan makanan

Memakan makanan yang terkontaminasi kuman tertentu dapat memicu kram perut. Selain kram, gejala lainnya antara lain sakit perut, mual, muntah, diare, dan demam. Setelah keracunan makanan diperlukan beberapa menit, jam, atau berhari-hari untuk munculnya gejala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keracunan makanan lebih rentan terjadi pada lanjut usia, anak di bawah 5 tahun, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuhnya lemah. Biasanya kram perut dapat diredakan di rumah dengan beristirahat dan menghindari makanan pemicunya.
 
Muntah atau diare diatasi dengan minum banyak air untuk mengganti cairan tubuh. Hubungi dokter jika ada darah di kotoran, suhu tinggi, muntah berkali-kali yang dapat menyebabkan dehidrasi, tanda-tanda dehidrasi, dan diare berlangsung lebih dari beberapa hari. Jika anak di bawah 6 bulan atau dewasa lanjut usia dengan masalah medis kronis atau mereka dengan sistem kekebalan yang lemah.

2. Virus Perut

Kalangan dokter menyebutnya gastroenteritis atau dikenal awam sebagai flu perut meski bukan disebabkan virus flu. Karena virus perut dan keracunan makanan memiliki gejala yang sama, seperti kram, sehingga sulit membedakannya. Kontak dengan sumber virus adalah penyebabnya seperti pisau atau peralatan makan.
 
Gejala yang menyertai kram antara lain diare berair, sakit perut, muntah, nyeri otot atau sakit kepala, dan demam ringan. Perawatannya adalah menghindari makanan padat, terhidrasi akan membuat Anda merasa lebih baik.

3. Alergi makanan

Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh membela diri terhadap makanan yang dianggap berbahaya. Alergi makanan yang paling umum adalah protein seperti kerang, kacang, ikan, telur, dan susu
 
Jika alergi terhadap makanan tertentu, langkah terbaik adalah menghindarinya. Reaksi alergi berbahaya anafilaksis dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, kesulitan menelan, dan sesak napas. Jika tidak segera diobati bisa berakibat fatal.

4. Intoleransi makanan

Terjadi ketika makanan mengiritasi sistem pencernaan atau tubuh mengalami kesulitan memecahnya. Laktosa yang ada dalam susu dan makanan olahan susu adalah makanan penyebab intoleransi umum. Gejala hanya akan muncul ketika Anda makan banyak atau sering memakannya. Minum antasid untuk mengobati gejala intoleransi makanan seperti mulas atau sakit perut.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif