NEWSTICKER
Ilustrasi-(Foto: Shutterstock)
Ilustrasi-(Foto: Shutterstock)

Pemberian ASI Butuh Kepercayaan Diri

Rona kesehatan ibu air susu ibu
Sunnaholomi Halakrispen • 06 Agustus 2019 12:20
Ibu menyusui itu harus selalu bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI.
 

Jakarta: Seorang ibu yang memberikan ASI (air susu ibu) kepada anaknya tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang menyusui. Tetapi juga membutuhkan kepercayaan diri.
 
Ada pengaruhnya dalam menyukseskan pemberian ASI eksklusif. Juga berkaitan erat dengan pertanyaan yang sering muncul akibat bayi yang menangis terus meskipun telah diberikan ASI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan, banyak ibu yang mengeluhkan sakitnya puting payudara yang lecet akibat proses adaptasi menyusui. Hal-hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri ibu. Padahal, kuantitas dan kualitas ASI sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik dan mental ibu.
 
“Ibu menyusui itu harus selalu memiliki pemikiran dan afirmasi yang positif, harus selalu bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI," ujar Dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Fransiska Farah, Sp. A, M.Kes. kepada Medcom.id di Jakarta.
 
Kondisi ibu yang tenang, relaks, dan sabar, sangat disukai bayi saat ia ingin menyusu. Jadi,  inilah kunci utama menyusui. Sebab, bayi sangat bisa merasakan bagaimana kondisi psikis sang ibunda.
 
Lantaran demikian, segera hilangkan segala rasa khawatir, panik, serta pikiran-pikiran negatif selama menyusui. Sementara itu, kata dr. Farah, ASI memiliki konsep ASI persediaan dan permintaan.
 
Begitu wadahnya kosong, ASI akan segera mengisinya lagi. Maka, penting untuk memastikan pengosongan payudara dilakukan sesering mungkin. Semakin sering disusui, maka ASI akan semakin terus diproduksi.
 
"Sebaliknya, semakin jarang dan semakin panjang interval waktu antara menyusui ke menyusui berikutnya, maka akan menyebabkan waktu pengisian ASI akan semakin lambat dan volume ASI berkurang," jelasnya.
 
ASI akan terproduksi dengan baik, apabila pengosongan ASI di dalam payudara juga baik. Sedangkan, pengosongan baik dapat terpenuhi jika bayi bisa melekat atau menghisap dengan baik di payudara si ibu.
 
"Posisi dan pelekatan bayi ke payudara menjadi kunci dasar kesuksesan menyusui dan produksi ASI,” katanya.
 
Nah, ada teknik khusus untuk mengosongkan payudara agar produksi ASI semakin optimal. Pertama, selalu upayakan payudara terasa kosong atau habis sebelum Anda memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya.
 
Kedua, habiskan waktu setidaknya 10 menit sebelum berpindah memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya. Lalu, pastikan bayi menyusu di kedua payudara Anda setiap waktu menyusu agar produksi ASI di kedua payudara seimbang.
 
"Bila bayi terlihat kenyang sebelum ASI di payudara Anda terasa kosong, sebaiknya Anda lanjutkan dengan memompa payudara setelah selesai menyusui," pungkas dr, Farah.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif