Hindari berbagai mitos saat hamil. (foto:Dailymail)
Hindari berbagai mitos saat hamil. (foto:Dailymail)

Ibu Hamil, Sebaiknya Hindari Mendengar Berbagai Mitos

Rona hamil
Gervin Nathaniel Purba • 11 Januari 2016 16:47
medcom.id, Jakarta: Ibu yang sedang mengandung sebaiknya hindari mendengar berbagai saran atau mitos yang tidak mendasar. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan buah hati ketika lahir.
 
Ketika seorang ibu sedang hamil, sering kali teman, tetangga, sesama ibu hamil, atau orang tua suka memberikan banyak saran. Seperti, melarang mengonsumsi makanan dan minuman tertentu agar janin yang dikandung tetap sehat dan cerdas ketika lahir nanti.
 
Dilansir dari The Guardian, saran untuk ibu hamil di negara barat adalah dilarang memakan kepala kelinci karena dinilai dapat menyebabkan bibir sumbing. Kemudian, hindari keju yang lembut agar anak laki-lakinya yang baru lahir memiliki penis yang kecil, serta hindari kepala ikan karena takut wajah anak yang lahir nantinya cemberut seperti ikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, sebenarnya saran-saran tersebut hanyalah omong kosong atau mitos. Berdasarkan sebuah penelitian, kecacatan bayi yang lahir bukan disebabkan oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh sang ibu, melainkan karena masalah gen dari kedua orang tua.
 
Namun, ada saran dengan nada yang berbahaya yang 'merayap' ke ibu hamil saat ini dan itu berasal dari bidang epigenetik yang relatif baru. 
 
Dalam hal ini, sel kita menulis perubahan epigenetik ke DNA dalam bentuk terhadap perubahan lingkungan menggunakan bermacam-macam sinyal molekul. Sehingga, hal-hal kontroversial yang disebarkan bahwa informasi epigenetik ini, entah bagaimana bisa mempengaruhi ke generasi berikutnya.
 
Adapun contoh nyatanya seperti pada peristiwa serangan 11 September di Menara Kembar Amerika Serikat, dimana epigenetik diteruskan kepada anak-anak, dan mereka memiliki pengalaman yang traumatis. Padahal, saat kejadian itu mereka masih berada di dalam perut ibunya.
 
Meski demikian, hampir mustahil untuk membedakan pengaruh perubahan epigenetik dari semua hal-hal lain yang terjadi selama perjalanan, dari telur dibuahi menjadi janin dan lahir ke dunia. Selain itu, data umumnya cukup lemah, setidaknya di mata orang-orang yang tahu tentang hal ini.
 
Perempuan hamil menghadapi banyak informasi yang saling bertentangan dan kritik menghakimi tentang bagaimana melakukan yang terbaik untuk bayi mereka. Bukti dampak epigenetik pada anak juga masih belum jelas. (theguardian)

 

(LOV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif