Dr. Terawan berinisiatif memberikan tunjangan kinerja (Tukin) pertamanya untuk membantu pembiayaan BPJS Kesehatan. (Foto: MI/Susanto)
Dr. Terawan berinisiatif memberikan tunjangan kinerja (Tukin) pertamanya untuk membantu pembiayaan BPJS Kesehatan. (Foto: MI/Susanto)

Menkes Terawan Sumbang Tunjangan Kinerja Awal untuk BPJS

Rona menteri kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 27 Oktober 2019 12:30
Jakarta: Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) resmi menjadi Menteri Kesehatan RI dan ditugaskan Presiden Jokowi termasuk juga menangani persoalan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Menteri Terawan menyatakan sumbangkan gaji pertamanya.
 
Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) ini mengunjungi kantor BPJS pada dua hari setelah dilantik Presiden Jokowi. Kunjungan sekaligus rapat tersebut dilakukannya untuk mengetahui dengan jelas permasalahan yang terjadi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 
 
Tak hanya itu, menteri yang sebelumnya kerap dipanggil Dr. Terawan ini berinisiatif memberikan tunjangan kinerja (Tukin) pertamanya untuk membantu pembiayaan BPJS Kesehatan. Ia mengaku bahwa hal tersebut merupakan gerakan moral secara pribadi, tidak atas nama institusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya sepakat dengan Dirut BPJS untuk melakukan gerakan moral dan saya akan mengawali gerakan moral untuk membantu defisit ini. Kalau pribadi, saya akan serahkan gaji dan tunjangan kinerja pertama saya sebagai menteri, juga nanti Pak Sekjen saya juga menyetujuinya," tutur Menkes Terawan.
 
Namun, ia mengaku belum mengetahui berapa jumlah nominal gajinya sebagai Menkes. Baginya, rakyat yang tengah menderita karena persoalan defisit BPJS harus segera diselamatkan. 
 
Gerakan moral untuk mengurangi defisit BPJS ini ditularkan juga kepada para pegawai Kementerian Kesehatan RI. Namun, ditekankan, gerakan penggalangan dana tersebut tidak dilakukan secara paksaan.
 
"Mungkin nanti akan diikuti secara masif oleh karyawan di Kemenkes dengan kerelaannya untuk memberikannya kepada BPJS Kesehatan," paparnya.
 
Menurut Direktur BPJS Kesehatan Fahmi Idris, inisiatif gerakan moral oleh Menkes harus diapresiasi, sebab menurutnya out of the box. Fahmi pun mengatakan bahwa regulasinya akan disiapkan.
 
"Beliau tiba-tiba ingin menyumbangkan gaji dan Tukin pertamanya untuk masuk pada program yang dikelola BPJS Kesehatan. Kami akan siapkan regulasi, mekanisme seperti apa, yang penting jangan sampai nanti ada uang dari masyarakat kita tidak dapat mempertanggungjawabkan, tidak sesuai dengan ketentuan. Jadi jangan dilihat nilainya tapi dilihat niatnya," pungkas Fahmi.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif