Berolahraga Minimalisir Komplikasi Paska Operasi Kanker Paru

Anggi Tondi Martaon 08 Februari 2018 14:12 WIB
kanker paru
Berolahraga Minimalisir Komplikasi Paska Operasi Kanker Paru
Penderita kanker paru-paru disarankan untuk rutin berolahraga, terlebih sebelum menjalani operasi. Sebab, aktivitas olah tubuh tersebut ternyata mampu meminimalisir komplikasi paska operasi. (Foto: Abigail Keenan/Unsplash.com)
Jakarta: Penderita kanker paru-paru disarankan untuk rutin berolahraga, terlebih sebelum menjalani operasi. Sebab, aktivitas olah tubuh tersebut ternyata mampu meminimalisir komplikasi paska operasi.

Berdasarkan analisis 13 laporan uji klini yang mencakup 800 yang menjalani operasi kanker paru-paru, penderita yang berolahraga secara teratur sebelum metode pengobatan bedah dikaitkan dengan 48 persen kemungkinan komplikasi, diantaranya kanker usus, hati, kerongkongan, paru-paru, mulut atau prostat.

Selain itu, menurut penulis studi Daniel Steffens, ia bersama Pusat Penelitian Bedah Hasil di University of Sydney, di Australia, mengatakan, pasien yang rutin berolahraga juga diperbolehkan pulang lebih cepat daripada penderita lainya.



(Penderita kanker paru-paru disarankan untuk rutin berolahraga, terlebih sebelum menjalani operasi. Sebab, aktivitas olah tubuh tersebut ternyata mampu meminimalisir komplikasi paska operasi. Foto: Jacob Miller/Unsplash.com)

(Baca juga: Persentase Kanker Paru Terus Meningkat Tiap Tahun)

"Temuan ini juga dapat berdampak pada biaya perawatan kesehatan dan kualitas hidup pasien, dan akibatnya memiliki implikasi penting bagi pasien, profesional perawatan kesehatan dan pembuat kebijakan," kata Steffens dan rekannya saat dikutip dari WebMD.com.

Namun Steffens mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat olahraga terhadap penderita kanker paru-paru. Sebab, para peneliti tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibat dan hubungan antara latihan dengan operasi jenis kaknker lainya. 

"Komplikasi pasca operasi merupakan perhatian utama pasien yang menjalani operasi kanker," ungkap dia.

Program latihan dalam penelitian berlangsung dari satu sampai empat minggu (rata-rata dua minggu), dan frekuensinya bervariasi dari tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu. Latihan meliputi aerobik, jalan santai dan angkat beban. 










(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id