Sayangnya, merkuri pada ikan tidak bisa dideteksi dengan mudah. Merkuri adalah logam berat yang secara alami ditemukan di kerak bumi. Merkuri dalam bentuk organiknya tidak berbahaya.
Masalah muncul ketika dipecah oleh bakteri menjadi methylmercury, yakni bentuk makanan yang berbahaya dari merkuri. Ini umumnya ditemukan dalam jenis ikan dan kerang tertentu seperti hiu, king mackerel, tuna, dan todak.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Paparan kronis methylmercury jangka panjang dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan serius. Gejala keracunan merkuri yang harus Anda ketahui seperti berikut, dilansir dari Women's Health.
1. Perkembangan bayi terlambat
Methylmercury sangat berbahaya bagi janin. Itu sebabnya wanita hamil harus hati-hati dengan jenis ikan yang mereka makan. Meski ibu tidak mengalami gejala keracunan, bayinya mungkin mengalami kerusakan otak karena paparan tinggi merkuri.
2. Masalah kognitif
Orang-orang dengan tingkat merkuri tingglebih mungkin mengalami masalah pada ingatan. Mereka juga biasanya lebih mudah marah.
3. Keterampilan motorik terganggu
Ini dapat termasuk tremor (gemetar yang tak terkendali), kurangnya koordinasi atau ketidakmampuan berjalan, kelemahan otot, dan sensasi mati rasa.
4. Sesak napas
Karena keracunan di paru-paru, Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.
5. Gejala neurologis
Paparan terhadap unsur merkuri yang terhirup dari uap dapat mempengaruhi fungsi otak dan sistem saraf, sakit kepala, insomnia, dan fungsi kognitif yang buruk.
6. Masalah mulut
Jika terhirup atau tertelan, unsur merkuri dapat menyebabkan rasa logam di mulut atau bengkak.
7. Kegagalan organ
Pada kasus yang parah, keracunan merkuri dapat mengakibatkan kegagalan organ sistemik yang dapat sebabkan kematian.
Lihat video:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
